Kamis, 2 Februari 2023
BerandaNewsMentan Minta Polisi Dalami Komplain Petani atas Penggunaan Alsintan Pabrikan Madiun

Mentan Minta Polisi Dalami Komplain Petani atas Penggunaan Alsintan Pabrikan Madiun

Dirilis

Selidiki.com,Sumatera Barat-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo(Mentan SYL) menyampaikan bahwa pembelian alat mesin pertanian atau Alsintan Pabrikan Madiun PT.Mitra Mihasta sudah dilakukan sejak tahun 2015.Bahkan pembelian sudah dilakukan setiap tahun dengan anggaran APBN dan APBD.

Hingga saat ini,menurut SYL, pembelian sudah mencapai 703 dari total 1000 unit Alsintan ZAGAA yang ada,adapun sisa Alsintan yang belum dibeli alasannya karena banyak petani megeluh, terlebih banyak Alsintan yang gampang rusak.

“Kenapa tertunda yang 200 lebih itu, karena banyak komplain (dari petani).Antara lain rantainya putus,after sale nya tidak terjamin bagus,jadi petani juga harus ditanya, tetapi bukan berarti kita tidak membeli,pembeliannya sudah 703 unit dari 1000 yang direncanakan ujar SYL disela-sela menghadiri Strategi Nasional Pencegahan Korupsi(Starnas PK)di Jakarta,Selasa 20 Desember 2022.

Disisi lain,SYL menyesalkan berbagai pernyataan pabrikan madiun yang menyebut pemerintah tidak bertanggung jawab atas pembelian yang dijanjikan.Sementara itu,kata SYL,pihak pabrik tidak pernah meneken komitmen atau menghubungi Kementan secara langsung.

“Saya kira dia(pabrik Madiun)tidak pernah, melakukan komplain langsung terhadap kita atau bertanya langsung,itu bisa termasuk pencemaran nama baik,oleh karena itu kita sudah ajukan komplain dan saya sudah suruh diperiksa nanti oleh Polisi,dalam rangka apa ngomong seperti itu proses nya jalan,bahkan saya banyak surat-surat komplain dari petani agar jangan pakai itu barang,suka putus rantainya dan lain-lain mestinya kan nanya saya,saya udah tiga tahun jadi Menteri Pertanian,tidak pernah ada seperti itu,”katanya.

Secara khusus,SYL mengaku sudah berkordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan terhadap spesifikasi dan pembuatan Alsintan di Pabrikan Madiun.

“Saya minta Kabareskrim tanyain dulu ada apa,ini seakan akan kita yang tidak mau membeli,pada hal udah beli sampai 703 unit.Ya harus berproses,tidak bisa semuanya,kalau cuma 1 yang mau dibeli gimana yang lain,apa lagi yang lain punya TKDN yang leb8h bagus,harus kita dahulukan karena ini juga perintah,”jelasnya.

Berita Terkait

Baca Juga

Berita Populer