Daerah

Diduga Ijazah Palsu Salah Satu Balon Kades, Masyarakat Sampaikan Tanggapan Ke Panitia

Selidiki.com – Labuhanbatu Panitia Pilkades Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, didatangi Sekelompok masyarakat menyampaikan tanggapan dan koreksi terhadap salah satu Balon Kades yang diduga menggunakan Ijazah palsu, Selasa (20/9/2022) di Kantor Desa Bagan Bilah.

Awalnya kedatangan masyarakat disambut baik dan berlanjut dengan dialog sengit hingga berujung keributan karena panitia tidak mengabulkan permintaan masyarakat untuk melihat berkas Balon Kades yang diduga Ijazah palsu inisial S.

Rustam Daulay bersama Dola Siregar masyarakat Desa Bagan Bilah mengatakan panitia tidak mengizinkan berkas Balon untuk dilihat oleh masyarakat yang datang.

Baca juga: Pastikan Masyarakat Hidup Berdampingan, Bupati Labuhanbatu Hadiri KKR

“Kami mau melihat berkas Balon Kadesnya tapi panitia tidak mau kasih tunjuk, mereka berdalih sudah peraturan dari atas (PMD) yang mengintruksikan supaya berkas Balon tidak boleh diperliahatkan. Dokumen rahasia kata ketua panitianya”, tutur Rustam.

“Kalau mereka tidak mau menunjukan kepada kami kuat dugaan isu yang beredar itu benar. Jika memang tidak palsu ngapain takut dikerahui masyarakat”, ucap Dola menyambung perkataan Rustam.

Di tempat yang sama Syafaruddin Ketua Pilkades saat dikonfirmasi membenarkan jika berkas Balon tidak boleh diperliahatkan sekalipun masyarakat Desa itu sendiri.

“Awalnya kami (panitia Pilkades) tidak diperbolehkan bg untuk memperlihatkan berkas Balonnya oleh atasan kami (Panitia Kabupaten Abdi Jaya Pohan), tapi setelah kami telepon baru dikasih izin tadi dengan syarat hanya bisa dilihat 1 (satu) orang  tidak boleh di fhoto, itupun Photo copy nya saja”, Syafaruddin menerangkan.

Syafarudin juga mengaku telah memperifaksi keapsahan Ijazah yang diduga palsu tersebut, dengan mendatangi Universitas yang bersangkutan. Dan pihak kampus membenarkannya.

Sementara pemuda yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan jika nomor NIM Ijazah terduga S saat dicek secara online yang nama orang lain.

Baca juga: Pemerintah Desa Perkebunan Pangkatan Laksanakan Apel Pagi

“Selama ini setahu kami, dia (terduga S) dikampung terus, kapan dia kuliahnya. karena curiga kami cek disitus resmi Nomor Induk Mahasiswanya, ternyata nomor induk itu punya orang lain bukan nama terduga S yang muncul”, ujarnya.

Di Tempat terpisah Abdi Jaya Pohan, SH. Kadis PMD yang juga Panitia Pilkades Kabupaten saat dikonfirmasi melalui chat wasshapp tidak menjawab.

Komentar

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Content is protected !!