Politik

Anies Baswedan Soal Pemilu 2024: Saya Siap Nyapres, Nilailah Dari Rekam Jejak

Anies Baswedan Siap Capres 2024
Anies Baswedan

Selidiki.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku siap mencalonkan diri menjadi calon presiden alias nyapres di Pemilu 2024 mendatang. Ia mengatakan, hal itu bisa terjadi jika ada partai yang mengusungnya.

Seperti diketahui, masa jabatan Anies Baswedan sebagai gubernur akan berakhir pada 16 Oktober 2022. Namanya pun masuk sebagai bakal capres dari NasDem dan PAN. Bahkan menurutnya, survei-survei mulai bermunculan.

“Saya siap mencalonkan diri sebagai presiden jika sebuah partai mencalonkan saya. Survei yang tidak diminta ini terjadi bahkan sebelum saya berkampanye, saya pikir mereka memberi saya lebih banyak kredibilitas,” ujarnya, ketika diwawancara Reuters, melansir Kamis (15/09/2022).

Dalam artikel Reuters berjudul ‘Popular governor of Indonesian capital ‘prepared’ to run for president’, Anies Baswedan mengungkapkan kesiapannya menjadi Capres 2024. Ia juga menyinggung soal rekam jejaknya selama menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Prabowo Siap Maju Jadi Capres Lagi di 2024!

Anies Baswedan mengatakan, dulu orang-orang bertanya-tanya apa yang akan dia kerjakan saat menjabat gubernur. Namun menurutnya, saat ini masyarakat bisa menilai kinerja usai lima tahun menjabat, sehingga ia pun meminta untuk dinilai dari rekam jejak tersebut.

“Dulu, orang berasumsi tentang saya dan apa yang saya perjuangkan, apa yang akan saya lakukan di kantor. Sekarang, saya telah menjabat selama lima tahun, jadi nilailah saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak,” terangnya.

Dalam wawancara tersebut, Reuters menyebut jabatan Anies Baswedan sebagai gubernur kota terbesar di Asia Tenggara merupakan batu loncatan menuju kursi presiden. Dicontohkan, Presiden Jokowi yang sebelumnya menjabat Gubernur DKI Jakarta sebelum menang Pilpres 2014.

Kritik atas kemenangan Anies Baswedan tahun 2017 diraih saat ada kelompok-kelompok Islam melakukan agitasi selama berbulan-bulan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, karena kasus penodaan agama.

Anies Baswedan saat itu dianggap tidak berbuat banyak untuk memperbaiki polarisasi yang terjadi. Namun, Anies Baswedan menyatakan kebijakan sebagai Gubernur DKI Jakarta telah ‘mempersatukan rakyat Jakarta’.

2 Komentar

2 Comments

  1. Pingback: Bahas Capaian Sanitasi SDG's, Wagub NTB Terima Kunjungan Unicef Indonesia - Selidiki.com

  2. Pingback: Rapimnas Partai Demokrat, Kader Sepakat Bulat Dukung AHY Maju Pilpres 2024 - Selidiki.com

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Content is protected !!