Peristiwa

Kostum Rommy hingga Burung Ma’ruf Nyungsep Warnai Kampanye Damai

Burung Ma'ruf Amin Tidak Terbang

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Ada sejumlah hal menarik yang terjadi saat deklarasi kampanye damai untuk Pemilu 2019. Dari kostum Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) hingga peristiwa tak terbangnya burung yang dilepas cawapres Ma’ruf Amin.

Rommy Jadi Super Hero Lokal

Salah satu hal yang menarik adalah kostum yang digunakan Rommy yang menggunakan ciri khas super hero lokal.

Dia menggunakan kostum Gatot Kaca lengkap dengan kumis yang menempel di atas bibirnya saat menghadiri acara yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018) kemarin.

Dia terlihat percaya diri mengenakan kostum tersebut dan naik ke atas panggung utama untuk membuat vlog.

Saat diwawancara wartawan seusai deklarasi, Rommy tak melepas kumisnya.

Jangan sampai ada orang alergi dengan pemilu dan politik, karena ini adalah milik kita semua. Sehingga kita perlu menyambutnya dengan gembira,” kata Rommy.

Rommy Pakai Kostum Gatot Kaca di Acara Deklarasi Kampanye Damai

Rommy Pakai Kostum Gatot Kaca di Acara Deklarasi Kampanye Damai

Rupanya, bukan cuma Rommy yang tampil nyentrik di acara tersebut. Sekjen PPP Arsul Sani juga tampil beda dari peserta lain, yang mayoritas mengenakan pakaian adat.

Arsul menggunakan kostum Arjuna lengkap dengan anak panah di punggungnya.

Gatot Kaca dan Arjuna sendiri merupakan tokoh dalam cerita Mahabarata.

Gatot Kaca digambarkan memiliki kekuatan luar biasa dan banyak mengalahkan lawan dalam perang. Sedangkan Arjuna digambarkan sebagai kesatria tampan yang ahli memanah.

SBY Walkout dari Acara Deklarasi Kampanye Damai

Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya

Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya pilih walkout (Foto: Fida/detikcom)

Peristiwa lain yang mewarnai kampanye damai adalah aksi walk out Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari acara karena disebut diprovokasi oknum beratribut Projo dan GoJo.

SBY meninggalkan lokasi acara bersama istrinya, Ani Yudhoyono, dan kedua putra mereka, Agus Harimurti Yudhonyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Tadi diteriaki dari sebelah kanan oleh Projo,” kata Ketua Bidang Advokasi Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean di Lapangan Monas.

Baca juga: Setor Laporan Awal, Ternyata Dana Awal Kampanye Jokowi – Ma’ruf Segini Jumlahnya

Karena merasa aturan tidak ditegakkan, SBY, yang kebetulan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kemudian meninggalkan acara. SBY akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,” jelasnya.

Pihak Projo sendiri membantah telah melakukan provokasi. Projo menyatakan kehadiran mereka diorganisasi oleh Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menyemarakkan acara.

“Nggak ada provokasi, ini kan kampanye damai,” kata Ketua Projo Budi Arie.

Burung Ma’ruf Amin Nyungsep

Burung Ma'ruf Amin Nyungsep Tak Terbang

Burung Ma’ruf Amin Nyungsep Tak Terbang (Foto: Tribunnews)

Peristiwa menarik berikutnya terkait peristiwa pelepasan burung di atas panggung utama.

Saat itu, burung yang dilepas cawapres Ma’ruf Amin terlihat tidak langsung terbang.

Kejadian itu pun diunggah oleh salah satu elite Demokrat, Ferdinand Hutahaean, dalam akun Twitter-nya.

Dalam video yang berdurasi 9 detik itu, tampak momen saat para kontestan Pilpres 2019 melepas burung merpati.

Burung merpati yang dipegang Jokowi, Prabowo, dan Sandiaga terbang saat dilepas, hanya burung yang dipegang Ma’ruf yang tak terbang.

Aduh… burungnya pak Yai ga mau terbang. Nyungsep..!!” cuit Ferdinand di akun Twitter-nya, @LawanPoLitikJKW.

Namun Ma’ruf membantah burung yang dilepasnya tak terbang. Dia mengatakan burung merpati itu terbang, meski sempat jatuh karena kaget.

Ah, nggak. Habis jatuh terus terbang. Cuma kaget dulu,” kata Ma’ruf di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (23/9).

Baca juga: Sandi Sedih Dana Kampanyenya Kalah Jauh dari Toko Sebelah, Segini Jumlahnya

Acara deklarasi kampanye damai digelar KPU sebagai pengikat komitmen seluruh peserta Pilpres dan Pemilu 2019 untuk menjalani kampanye tanpa politik uang, hoaks dan SARA.

Seluruh peserta Pemilu serentak membacakan ikrar kampanye damai dipandu oleh Ketua KPU dan Bawaslu.

Para peserta kemudian membubuhkan tanda tangan pada prasasti yang telah disediakan oleh KPU.

Dari sekian petinggi partai yang hadir, hanya Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak meneken kesepakatan.

SBY menganggap KPU telah melanggar aturan kampanye damai yang mereka buat sendiri. SBY saat itu memilih walkout.

Bisa juga begini, burungnya Pak Ma’ruf itu kaget mengetahui bahwa ada provokasi yang terjadi terhadap salah satu peserta deklarasi yaitu Pak SBY,” kata Ferdinand.

Sehingga kata dia burung pun sadar tak bisa terbang mengetahui banyak terjadi pelanggaran di lapangan.

“Jadi burung saja enggan terbang kan begitu karena banyak pelanggaran,” katanya seperti dikutip CNN indonesia.

Sharing is caring!
  • 5
    Shares
  • 5
    Shares
To Top
error: Content is protected !!