Hukum

6 Pelaku Penikam Brigadir Faisal Ditangkap, Satu Tewas

bripka faisal gugur polisi aceh utara selidiki

SELIDIKI.COM, LHOKSUKON – Tim Gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara berhasil mengungkap kasus penikaman yang merenggut nyawa personel Reskrim Polres Aceh Utara, Brigadir Faisal.

Informasi yang diperoleh Selidiki.com para pelaku berhasil dibekuk di Desa Matang Kupula Dua, Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Para personil Polda Aceh dan Polres Aceh Utara melakukan penyelidikan kasus pembunuhan anggota Polri dan mengepung desa di pesisir pantai wilayah Kecamatan Madat, yang ditengarai lokasi para pelaku.

Dalam penyergapan itu, enam tersangka ditangkap dan seorang tewas ditembak karena melakukan perlawanan.

Tersangka tewas yakni Zulkifli bin Usman (33) warga Rantau Panjang, Perlak, Aceh Timur. Dia mencoba melawan dengan melempar granat ke arah petugas hingga akhirnya terpaksa ditembak mati.

Zulkifli diduga juga diduga sebagai pelaku penusukan Bripka Anumerta Faisal.

Sementara kelima tersangka lainnya diamankan di Mapolres Acehb Utara untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum.

Mereka yakni Muhammad Arief munandar, (18) warga Dusun Nelayan Sungai Paoh, Kota Langsa, Faisal (42) Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Samsul (28) Kecamatan Sungai Raya, Bahagia (36) dan Syahrul (43), Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Sementara dua pelaku lain yang sudah dikantongi identitasnya melarikan diri, yakni Adi, warga Birem Bayeun, dan Dek Gam, warga Kuala Bugak.

Korban dikeroyok dan dibunuh saat sedang berupaya mengungkap kasus narkoba dan kriminal bersenjata di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Brigadir Faisal ditemukan dengan luka tusukan di bagian mata, perut, dan bahu.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar kepada Serambinews.com membenarkan, para petugas sudah berhasil menangkap enam pelaku yang terlibat dalam penikaman terhadap Brigadir Faisal.

Baca juga: Polda Aceh Yakin Brigadir Faisal Meninggal Dikeroyok Gembong Narkoba

“Betul, sudah berhasil ditangkap enam orang, satu sudah meninggal dunia. Saat ini masih dilakukan pengembangan di lokasi. Penangkapan terhadap enam pelaku tersebut berhasil dilakukan petugas dalam waktu kurang lebih 18 jam,” ujar Kombel Pol Misbahul Munauwar, seperti dilansir Serambi Indonesia, Senin (27/08/2018).

Saat ini polisi masih terus menyelidiki dan mengembangkan kasus tersebut.

Para Pelaku Bajak Laut dan Gembong Narkoba

Polisi Bekuk pelaku pembunuhan Bripka Anumerta Faisal polisi Aceh Utara

Polisi Bekuk pelaku pembunuhan Bripka Anumerta Faisal polisi Aceh Utara

Mereka merupakan bagian dari kelompok bajak laut dan gembong narkoba yang biasa beroperasi di wilayah Aceh.

Dari hasil penyelidikan terhadap gugurnya Bripka Anumerta Faisal Polres Aceh Utara diketahui bahwa, para pelaku ini dikenal dengan nama “Setan Botak Perlak” yang merupakan kelompok perompak laut.

Kelompok ini memiliki sandi huruf “R” di lambung kapal boat mereka yang sudah dihapus, akan tetapi masih berbekas.

Sebelumnya, ratusan polisi bersenjata lengkap terus melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata di Pantai Bantayan, Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (26/08/2018).

Setelah sebelumnya seorang polisi dinyatakan gugur saat melakukan pengintaian atas laporan masyarakat tentang keberadaan kelompok kriminal bersenjata yang berlabuh di pantai Bantayan Seunuddon tersebut.

Baca juga: Anggota Resmob Polres Aceh Utara Dibunuh OTK di Pantai Seunuddon, Begini Kronologisnya

Menurut Pejabat Polda Aceh, Anggota Polri Brigadir Faisal gugur pada saat pengungkapan kasus kelompok kriminal bersenjata di Pantai Bantayan Aceh Utara.

Laporan Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin menyebutkan pada pukul 01.00 WIB dini hari, diperoleh informasi tentang adanya kelompok bersenjata yang bersandar menggunakan kapal nelayan di pantai bantayan Aceh Utara.

Berdasarkan informasi tersebut, anggota polri Brigadir Faisal dan Bripka Irwansyah memastikan infomasi tersebut.

Sebelum bertemu dititik yang telah ditentukan, pada saat melintas anggota Brigadir Faisal berpapasan dengan kelompok kriminal yang belum diketahui identitasnya.

“Terjadi kontak dan mengakibatkan Brigadir Faisal mengalami luka tusuk di bagian Mata, perut dan bahu.” sebut AKBP Ian Rizkian Milyardin.

Baca juga: Anggota Resmob Polres Aceh Utara Dibunuh OTK di Pantai Seunuddon, Begini Kronologisnya

Menurut Misbahul, pantai yang digunakan sebagai pelabuhan tersebut memang kerap terjadi pengungkapan kasus narkoba, maupun barang ilegal lainnya.

Fakta ini semakin menguatkan dugaan bahwa para pelaku terlibat narkoba.

“Dugaannya jaringan narkoba, tapi kami belum dapat,” paparnya.

Kata Misbahul, kepolisian sangat meyakini Faisal tewas karena dikeroyok oleh sejumlah orang.

Kalau pelakunya hanya satu orang, maka dipastikan Faisal dan rekannya akan melakukan perlawanan.

“Kalau cuma satu kan bisa ada balasan ya,” ujarnya.

Beruntung rekannya, Bripka Irwansyah selamat dari operasi tersebut.

Misbahul menuturkan, tidak ada luka senjata api pada tubuh Faisal. Namun, sejumlah luka yang diakibatkan oleh senjata tajam ditemukan di tubuh Faisal, seperti di bagian mata, perut, dan bahu.

Kepolisian menemukan barang bukti berupa Senjata AK-56, dengan peluru 19 Butir, namun polri kehilangan senjata revolver milik Brigadir Faisal dan senjata AK-56 yang digunakan Faisal saat melakukan penyelidikan.

Sharing is caring!
  • 8
    Shares
  • 8
    Shares
To Top
error: Content is protected !!