Unik

Bayar Gugat Cerai Istri 153 Juta Pakai Koin, Aksi Suami Di Karanganyar ini Mendadak Heboh

SELIDIKI.COM, KARANGANYAR – Seorang PNS di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah menghebohkan Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar.

Dwi Susilarto (54) membayarkan uang nafkah dan mut’ah dengan pecahan koin senilai Rp 153 juta kepada mantan istrinya, Hermi Setyowati, setelah gugatan cerainya dikabulkan pengadilan agama.

“Klien kami kemarin membayarkan uang mut’ah Rp 178 juta dengan rincian uang koinnya Rp 153 juta. Sisanya Rp 25 juta menggunakan uang kertas di Pengadilan Agama Karanganyar,” kata Sutarto, kuasa hukum Dwi Susilarto kepada Kompas.com, Jumat ( 24/8/2018) siang.

Dwi membayarkan uang mut’ah dan nafkah itu kepada mantan istrinya setelah Pengadilan Tinggi Agama Semarang menerima gugatan kliennya.

Baca juga: Polisi Periksa Terduga Oknum TNI yang Aniaya Dokter dan Bocah di Tol Jagorawi

Hanya saja besaran uang mut’ah yang harus dibayarkan kliennya lebih besar dari putusan majelis hakim tingkat pertama di Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar.

Menurut Sutarto, saat di Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar, hakim memutuskan kliennya wajib memberikan uang mut’ah kepada mantan istrinya sebesar Rp 43 juta.

Tak terima dengan putusan itu, Hermi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama di Semarang.

Hasil banding, kata Sutarto, kliennya diharuskan membayar biaya mut’ah sebesar Rp 178 juta. Jumlah itu naik hampir 400 persen dibanding putusan hakim di Pengadilan Agama Karanganyar.

Terhadap putusan itu, kliennya meluarga dan teman-temannya.

Tak terima dengan putusan itu, Hermi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama di Semarang.

Baca juga: Dilihatnya Adem Tapi Sangar, Inilah Tampilan Hijab Mohawk yang Sedang Viral

Hasilnya, uang senilai Rp 178 juta terkumpul setelah satu setengah bulan dikumpulkan kliennya.

“Kemarin ada sekitar 13 karung berisi uang koin seribuan. Kata klien saya uang itu dikumpulkan dari bantuan teman-temannya dan ada dari hasil berutang,” kata Sutarto.

Sutarto mengatakan, uang koin sementara masih dalam penghitungan pegawai Pengadilan Agama Karanganyar.

Baca juga: Kakek 80 Tahun Asal Sulawesi Nikahi Gadis, Jumlah Mahar dan Ekspresinya Jadi Sorotan

Bila selesai penghitungan, pihak Pengadilan Agama Karanganyar akan menghubunginya untuk memastikan jumlah uang mut’ah yang disetorkan.

“Nanti kami akan dikabari dari pihak pengadilan. Kalau ada kelebihan uang akan dikembalikan. Sebaliknya kalau ada kekurangan, nanti akan ditagihkan ke kami,” demikian Sutarto.

Alasan istri Gugat Suami

Sebelumnya, Pengadilan Agama Karanganyar, Jawa Tengah telah mengabulkan permintaan Hermi Setyowati yang menggugat mantan suaminya, Dwi Susilarto, berupa uang tuntutan senilai Rp 178 juta.

Akibatnya sang suami pun harus menyiapkan uang sejumlah yang sesuai putusan pengadilan.

Sang suami itu pun akhirnya membawa uang receh yang berbentuk koin sejumlah 153 juta rupiah.

Baca juga: MUI Kalbar: Vaksin MR Positif Mengandung Babi dan Organ Manusia

Tampak terlihat di lantai pengadilan, uang berwarna silver pecahan Rp 1.000 itu dimasukkan ke dalam 15 karung. Sementara tiap karungnya berisi Rp 15 juta.

Dwi Susilarto membayar senilai Rp 153 juta dalam bentuk uang koin pecahan Rp 1.000. Sisanya Rp 25 juta dibayar dengan uang kertas nominal Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000.

Dwi membayar tuntutan itu karena dirinya kecewa dengan keputusan pengadilan. Di sidang pertama ia hanya dituntut Rp 43 juta.

Namun di sidang selanjutnya jumlah tuntutan yang harus ia bayar naik hingga 400 persen menjadi Rp 178 juta.

Menurut keterangan Hermi Setyowati, ia sudah sembilan tahun tidak dinafkahi hingga akhirnya minta cerai.

Ia juga mengatakan kalau uang tuntutan itu merupakan keputusan yang sudah benar.

Akan tetapi Dwi mengatakan kalau ia membayar dengan uang koin bukanlah untuk melecehkan pihak tergugat. Meskipun receh, tapi uang itu adalah uang resmi yang diakui oleh negara.

Potret pecahan uang koin itu pun kemudian menjadi viral setelah diunggah oleh akun Anwar Mustafa, Kamis (23/8).

“Rp.178 Juta Koin Pecahan 1.000

Gugatan cerai istri ke suami dikabulkan pihak Pengadilan Agama Karanganyar. Mantan suami harus membayar 178 juta. Uniknya duit ratusan juta itu berupa koin seribuan.
15 karung uang receh koin pecahan Rp. 1000.1 karung berisi 15 juta.
Saya terkaget kaget, hitungnya berapa lama nih. Sempat memegang duit koin tersebut, semuanya baru.”, tulis akun tersebut dalam unggahannya.

https://www.facebook.com/anwarmustafa.solo

Dengan banyaknya uang koin yang dibayarkan, netizen justru malah bertanya-tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghitungnya.

Sharing is caring!
  • 65
    Shares
  • 65
    Shares
To Top
error: Content is protected !!