Aceh

Abu Tumin : Selawat Diiringi Alat Musik Tidak Diperbolehkan

Abu Tumin : Selawat Diiringi Alat Musik Tidak Diperbolehkan

Selidiki.com | Aceh Timur – Telah diputuskan bahwa Ta’adut Jum’at dalam satu desa itu tidak diperbolehkan dan salawat dengan diiringi musik ini juga tidak diperbolehkan.

Dua perihal tersebut menjadi pembahasan pokok dalam muzakarah ulama Se-Aceh yang dilaksanakan di Dayah Raudatul Huda, Desa Matang Rayeuk, Kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur.

Keputusan itu disampaikan oleh Ulama Kharismatik Aceh, Al Mukarram Abu Tu min Blang Blahdeh. Beliau menegaskan bahwa terkait Ta’adud Jum’at atau terdapat dua jamaah Jum’at dalam satu desa itu tidak diperbolehkan.

“Itu tidak diperbolehkan karna akan memperpecahkan jama’ah Jum’at, dan harus mengikuti seperti yang telah difatwakan oleh MPU Aceh,” tegas Abu Tumin.

Baca Juga : Ratapan Sedih Ibu Mantan Panglima GAM Aceh Ishak Daud

Kemudian terkait dengan permasalahan ke dua, yakni boleh atau tidak Shalawat diiringi oleh alat musik, Al Mukarram Abu Tumin Blangblah deh menjawab bahwa hal tersebut juga tidak dibenarkan.

Adapun beberapa contoh bersalawat yang diiringi oleh alat musik adalah seperti bersalawat kemudian diringi musik yang dihasilkan oleh mulut (Big Box), Salawat yang diiringi dengan Rebana dan bahkan alat Band itu juga sama.

“Itu tidak dibenarkan dalam ajaran islam, dikarenakan untuk bermegah – megah dan membangga – banggakan,” jelas Abu Tumin pada Rabu (11/4/2018).

Baca Juga : Fatwa MUI, Vaksin MR Diperbolehkan Meski Mengandung Babi

Kepada awak media, Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M Thaeb mengatakan akan memperbupkan hasil muzakarah ini.

”Dari hasil Muzakar ulama, bila sudah ada keputusan hukum dari ulama, nantinya akan kita buat peraturan bupati maupun peraturan daerah atau di qanunkan dan akan kita sebarkan kepada masyarakat aceh Timur terkait dua permasalahan Ta’adud Jum’at dan salawat di iringi musik,” katanya.

Hsdir dalam muzakarah ulama ke VI ini, Abu Paya Pasi, Abu Tumin Blang Blahdeh, Abu H.M. Amin Cot Trueng, Waled Nuruzzahri, Abu H. Abdul Manaf Blang Jruen dan ulama lainnya, Pimpinan dayah yang ada di Aceh Timur, Ketua MPU Aceh, Ketua MPU Aceh Timur, Bupati Aceh Timur Hasballah M Taib, Muspika Simpang Ulim, dan Ribuan masyarakat Aceh Timur.

Sharing is caring!
  • 140
    Shares
  • 140
    Shares
To Top
error: Content is protected !!