Peristiwa

Gempa Besar 7 SR, Tsunami Terdeteksi Warga Lombok Jauhi Pantai

Pusat Gempa Lombok 7 Skala Richter
Foto | BMKG

Selidiki.com, Lombok – Gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu malam (5/8). Gempa berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa tersebut menimbulkan kepanikan warga yang berada di Lombok. Seperti warga di Selong, Lombok Timur. Mereka berduyun duyun mengungsi.

“Orang orang yang tinggal atau rumahnya dekat pantai mengungsi. Karena katanya tsunami,” ujar Puji, warga Lombok, seperti dilansir dari Liputan6.com.

Perempuan ini mengaku tengah dalam perjalanan menjauhi pantai bersama keluarganya. Dia mengatakan, jalanan sangat padat dipenuhi kendaraan bermotor, baik itu roda 2 maupun roda empat.

“Rumah kami deket dari pantai. Sekitar 5 kilo dari pantai,” kata dia. “Mau ke rumah saudara,” kata dia.

Dia mengatakan, getaran gempa kali ini lebih besar dari biasanya. Dinding rumahnya juga retak dan genting rumah tetangganya berjatuhan.

Puji juga menambahkan, kondisi jalanan gelap karena mati lampu. “Ini terang karena lampu kendaraan,” kata dia.

Gempa kembali mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa berkekuatan 7 skala Richter tersebut terjadi pada pukul 18.46 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa memiliki kedalaman 15 km. Posisi gempa terletak di 8.25 Lintang Selatan ,116.49 Bujur Timur Laut.

“Atau 27 km Timur Laut Lombok Utara, NTB,” demikian sebut BMKG.

Baca juga: Apakah Gempa Lombok Dipicu Gerhana Bulan 28 Juli 2018?

Tsunami Sudah Terdeteksi

Pergerakan tsunami gempa 7,0 SR Lombok.

Pergerakan tsunami gempa 7,0 SR Lombok. [foto: BMKG]

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan telah mendeteksi kemunculan gelombang tsunami usai terjadi gempa besar dengan magnitude 7,0 Skala Richter di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam siaran resmi BMKG menyatakan, gelombang tsunami terdeteksi di wilayah Carik pada pukul 18.48 WIB dengan ketinggian 0.135 meter, wilayah Badas pukul 18.45 WIB dengan ketinggian 0.100 meter.

“Tsunami akibat gempa 7.0SR, telah terdeteksi,” tulis BMKG, Minggu, 5 Agustus 2018.

Sedangkan, Kepala BMKG Mataram, NTB, Agus Riyanto, pengakuan masyarakat saat ini dalam kondisi panik. Banyak dari mereka yang menggunakan mobil dan motor ke arah tengah kota.

“Info dari BMKG Pusat, gempa ada di utara, informasi tsunami di bagian utara,” kata dia dalam perbincangan dengan tvOne, Minggu, 5 Agustus 2018.

Agus mengaku sedang melakukan kegiatan yang tidak berasal dari arahan BMKG. Secara spontan mereka ramai-ramai menuju tempat yang mereka anggap aman karena beredarnya isu air laut naik. [Viva/Selidiki]

Sharing is caring!
  • 14
    Shares
  • 14
    Shares
To Top
error: Content is protected !!