Penemuan

Ilmuwan Temukan Organ Baru dalam Tubuh Manusia, Tanpanya Manusia Tak Bisa Hidup

Selidiki.com – Baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan organ baru di tubuh manusia. Ahli anatomi menambahkan satu nama baru ke daftar organ – yang sebelumnya telah ditemukan dalam tubuh manusia.

Organ baru itu diberi nama Mesenterium atau Mesentery.

Dalam pernyataan yang didapat Selidiki.com dari laman review medis Made, organ ini terletak di antara rongga usus dan perut yang memegang isi perut pada posisinya.

“Mesenterium sendiri bukanlah hal baru,” kata dokter, mengutip ulasan itu.

“Mesenterium terdiri dari beberapa segmen jaringan, bukan struktur yang memiliki fungsi vital untuk layak disebut organ tubuh.”

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh beberapa dokter di University of Limerick, Irlandia, mengkonfirmasi Mesenterium sebagai organ tubuh.

Baca juga: Buzz Aldrin, Manusia Pertama Injak Kaki di Bulan Mengaku Tak Pernah ke Sana

“Fungsi anatomi dan fungsional istimewa ini ditemukan dari desain mesentrium sebagai organ,” tulis penulis penelitian John Calvin Coffey, seorang dokter bedah kolorektal dari Universitas Limerick dan D. Peter O’Leary, seorang dokter bedah dari Rumah Sakit Beaumont.

Untuk diketahui, mesenterium sendiri berasal dari pankreas, yang selanjutnya membungkus usus kecil dan usus besar.

Sebab fungsi utama organ baru ini adalah menahan isi perut, tanpa Mesenterium, organ-organ di perut tidak akan berfungsi dengan baik.

Mesentery Organ Baru dalam Tubuh Manusia

Mesenterium, Organ Baru dalam Tubuh Manusia

Mengenai kasus yang sama, menurut Dr. J. Calvin Coffey, spesialis bedah pencernaan dari University of Limerick, yang pada saat yang sama menjadi pemimpin penelitian ini, manusia tidak akan dapat hidup tanpa Mesenterium dan tidak satupun dari manusia yang terekam bisa hidup tanpa Mesenterium.

Coffey melanjutkan, dengan memahami apa dan bagaimana sistem pencernaan bekerja, itu akan membuka jalan untuk lebih memahami manajemen penyakit yang terkait dengan sistem pencernaan seperti Crohn’s and irritable bowel syndrome.

Laman web tersebut juga memuat bahwa temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Lancet Gastroenterology & Hepatology.

Visualisasi mesentrium sebagai struktur tambahan terus dipercaya hingga tahun 1885, ketika Sir Frederick Treves, seorang dokter bedah dari Rumah Sakit London, menyimpulkan bahwa kolon yang naik dan turun tidak berhubungan dengan mesentrium, dan menyebut mesentrium sebagai beberapa segmen tambahan.

Kemudian, kemungkinan fungsi mesentrium sebagai sebuah organ tidak diperhatikan, karena organ dikategorisasikan sebagai struktur kontinyu yang berfungsi penting ke tubuh.

Baca juga: Nafa Urbach Mengaku Bagian Tubuhnya ini yang Paling Besar

Meskipun demikian, ketika menyebut mesentrium secara spesifik dan melalui beberapa penelitian dari organisasi atanomikal, Coffey dan timnya berhasil menyingkapkan bahwa mesentrium merupakan satu organ tunggal, dengan struktur kontinyu.

“Dalam laporan, yang sudah dikaji dan diperiksa oleh para ahli, kita sekarang bisa mengatakan bahwa kami memiliki organ dalam tubuh yang belum diketahui fungsinya hingga sekarang,” menurut Coffey.

“Deskripsi anatomi yang sudah digunakan selama 100 tahun tidak selalu benar. Organ ini jauh dari bentuk terfragmen dan kompleks, namun merupakan sebuah struktur kontinyu.”

Bagaimana organ ini mengubah dunia medis?

Mesenterium Organ

Organ Mesenterium

Buku medis Gray’s Anatomy telah memperbaharui definisi baru dari mesentrium.

Tetapi apa yang berubah ketika sesuatu yang dulu disebut struktur sekarang resmi disebut sebagai organ?

“Inilah pertanyaan pentingnya. Saya sebenarnya tidak tahu apa pengaruhnya ke dunia medis,” kata Coffey.

Namun, Coffey dan tim percaya bahwa penemuan ini bisa membantu penelitian saintifik dan medis di masa depan, termasuk peran mesentrium dalam fisiologi, kesehatan dan penyakit, yang bisa mengarahkan ke perkembangan terapi baru.

“Sekarang kami telah menunjukkan anatomi dan strukturnya. Tahap selanjutnya adalah fungsi. Jika Anda memahami fungsinya, Anda bisa mengidentifikasi fungsi abnormal, dan mengapa penyakit bisa muncul,” tambahnya.

“Gunakan seluruhnya dan Anda memiliki ruang sains mesentrium.”

Namun, jika fungsi fisiologi mesentrium belum diketahui, mengapa penting untuk menyingkapkannya sekarang?

“Tanpanya, Anda tidak bisa hidup,” kata Coffey, menambahkan bahwa mesentrium terintegrasi dengan usus dalam daerah yang belum dipelajari sebelumnya.

Baca juga: Benarkah Telur Bisa Berdiri Tegak pada Hari Tanpa Bayangan? Inilah Faktanya

Manusia Tak Bisa Hidup Tanpa Organ Mesentrium

“Tidak ada laporan bahwa Homo sapiens hidup tanpa mesentrium.”

Contoh yang ia sitasi adalah bahwa struktur mesentrium pada kera dan hewan lain yang berjalan dengan empat kaki hanya sedikit berbeda dengan mesentrium dalam tubuh manusia.

Dengan memahami bentuk anatomi organ abdominal dan sistem pencernaan, beberapa penyakit seperti Crohn’s disease dan sindrom iritasi usus bisa ditangani.

“Ada banyak penyakit yang tidak bisa disembuhkan, dan kami perlu memperbaharui pendekatan kami terhadap penyakit ini,” tambah Coffey.

“Dengan mengklarifikasi struktur ini, kami bisa mempelajarinya secara sistemik. Kami sekarang berada di tahap yang sangat menarik.”

Sharing is caring!
  • 4
    Shares
  • 4
    Shares
To Top
error: Content is protected !!