Peristiwa

Gak Lulus-Lulus, Mahasiswa Telkom Bunuh Diri dan Tinggalkan Pesan ini di Laptopnya

Mahasiswa Bunuh Diri di bandung

Selidiki.com, Bandung – Seorang mahasiswa Telkom University (Tel-U) ditemukan tewas diduga bunuh diri. Pria inisial AR (22) ini gantung diri dalam kamar indekosnya, Jalan Sukabirus, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/7/2018).

“Saya dapat info jam enam pagi tadi dari warga. Penghuni (AR) meninggal diduga bunuh diri sekitar jam setengah enam pagi,” kata Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Risnanto.

AS tak bernyawa dengan posisi lehernya terikat tali tambang kuning yang diduga dililitkan ke ventilasi yang ada di atas pintu kamar.

Jasad AS langsung dievakuasi tim INAFIS Polres Bandung dan anggota Polsek Dayeuhkolot ke Rumah Sakit Sartikaasih, Kota Bandung.

Tinggalkan Pesan di Laptopnya

AR yang diduga bunuh diri di kamar kosnya ini hanya meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya.

Saat ditemukan oleh saksi mata, di layar monitor laptop milik korban meninggalkan tulisan nomor telpon untuk menghubungi kakaknya.

‘Tolong telepon Kaka Dahu 081xxxxxxxxx’ tulis korban di laptop miliknya.

AR merupakan mahasiswa semester akhir angkat 2014. AR diduga bunuh diri karena memiliki permasalahan pribadi yang tak kunjung lulus kuliah.

“Melihat permasalahannya jelas memiliki permasalahan individu (pribadi),” kata Manager Kemahasiswaan Tel-U Soni Sandono di indekos korban, seperti dilansir detikcom Jumat (20/7/2018).

Soni mengungkapkan permasalahan tersebut diketahui dari surat wasiat yang ditulis korban di layar monitor laptop miliknya.

“Dia mengakui kesalahan. Selama dua tahun ini memang kuliah sudah tidak masuk, (surat wasiat) di teks di komputer,” ungkapnya.

Baca juga: Sembunyikan Sabu di Kondom, Mahasiswa ini Dibekuk Polisi Di Bandara SIM

Menurutnya korban sudah menyiapkan segalanya. “Dia sudah menyiapkan, sudah menuliskan kontak person (kakak) nya, tolong hubungi kakak saya. Kakanya sudah datang tadi,” ungkapnya.

Soni menambahkan korban dikenal pendiam. Hanya saja jarang masuk kuliah. “Orangnya tertutup, hal tersebut juga diakui oleh kakaknya,” tambahnya.

Soni tidak menjelaskan isi dari surat wasiat itu. Ia menyimpulkan isi dari surat wasiat itu, permintaan maaf kepada keluarganya.

“Jika disimpulkan punya kesalahan, bilang ke keluarga mau sidang, tapi tidak,” jelasnya.

Laptop dan telepon milik korban sudah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti.

Baca juga: Jadi Caleg PDIP, Tina Toon Siap Tinggalkan Dunia Hiburan

Dugaan Motif Bunuh Diri

Polisi Olah TKP tempat bunuh diri mahasiswa telkom bandung

Polisi Olah TKP lokasi kos mahasiswa telkom bandung yang bunuh diri (foto: detikcom)

Polisi menyebut tidak menemukan tanda bekas kekerasan di tubuh AR dan tak ada barang berharga raib.

Pemuda tersebut diduga kuat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Apa motifnya?

Seperti dilansir detikcom, proses evakuasi jasad AR diwarnai isak tangis keluarga. Kakak korban datang langsung ke lokasi kejadian, Jalan Sukabirus, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/7/2018).

Usai melihat jasad adiknya yang sudah terbujur kaku tak bernyawa, dia menangis sambil ditenangkan oleh polisi.

Jenazah AR diboyong ke Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung, untuk proses autopsi.

“Masalah pribadi. Katanya karena enggak lulus-lulus kuliah. Dia mahasiswa angkatan 2014, harusnya sudah lulus,” kata Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Risnanto di lokasi.

Baca juga: Korupsi Dana RSUD, Ketua PDIP Lhokseumawe Dibekuk di Kalibata City

Ungkapan senada disampaikan pihak Tel-U. Manajer Kemahasiswaan Tel-U Soni Sandono menyebut AR tewas diduga bunuh diri akibat dipicu persoalan pribadi.

“Setelah dikroscek murni bunuh diri,” ujarnya.

Soni menuturkan bahwa AR selama dua tahun terakhir jarang masuk kuliah.

“Angkatan 2014, harusnya sudah sidang. Belum ikut sidang, baru lima puluh persen, total 140 SKS,” ucap Risnanto.

Sharing is caring!
  • 12
    Shares
  • 12
    Shares
To Top
error: Content is protected !!