Internasional

Malaysia Ringkus 68 Orang Termasuk 3 Gadis Indonesia Terkait Pesta Seks

Malaysia Ringkus 68 Orang Termasuk 3 Gadis Indonesia Terkait Pesta Seks
Foto | Bernama

SELIDIKI.COM, KUALA LUMPUR – Polisi Malaysia telah meringkus 68 orang dalam dua penggerebekan pada pesta seks dan narkoba di Kuala Lumpur. Tiga di antaranya adalah gadis-gadis dari Indonesia atau Warga Negara Indonesia.

Seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Selasa (10/7/2010), dua penggerebekan dilakukan secara terpisah pada Selasa (3/7) dan Jumat (6/7) lalu.

Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Mazlan Lazim mengatakan sedikitnya 15 orang ditangkap dalam penggerebekan pertama di sebuah kondominium di Jalan Ceylon, Kuala Lumpur.

Mereka yang ditangkap terdiri dari sembilan pria dan enam wanita, berusia 19-44.

“Di antara mereka yang ditahan ada empat pria yang merupakan warga negara Thailand dan dua wanita Indonesia, sedangkan sisanya adalah penduduk setempat,” kata Mazlan Lazim dalam sebuah pernyataan kepada wartawan.

“Selama penggerebekan, semua tersangka berada dalam kondisi tinggi (karena obat-obatan) dan ketika diperiksa, polisi menemukan 4 ribu butir pil Erimin-5 dan 19 pil ekstasi,” tambahnya.

Baca juga: Mengerikan, Maling Motor di Probolinggo Dibakar Hidup-hidup

Dalam penangkapan kedua yang diadakan di sebuah kondominium di Jalan Ampang, Kuala Lumpur, polisi menangkap sebanyak 53 orang berusia 14-29.

“Selama penggerebekan, kami menemukan enam pria dan tiga wanita di ruang pertama, sementara 23 pria dan 21 wanita berada di kamar kedua, diyakini dalam aktivitas seksual,” kata Mazlan Lazim.

“Remaja berusia 14 tahun yang ditahan itu adalah warga negara Indonesia, dan polisi juga menyita sejumlah pil ekstasi,” katanya.

Ditambahkan Mazlan Lazim bahwa semua orang yang ditangkap semuanya positif menggunakan narkoba.

Menurut dia, tersangka yang ditangkap merupakan sindikat yang biasanya memegang berbagai kegiatan terkait seks dan narkoba yang melibatkan remaja.

Baca juga: Heboh, Nenek Ria Tewas Usai Bercinta dengan Driver Ojol

Aktivitas semacam itu diiklankan melalui aplikasi perpesanan WeChat.

“Mereka menggunakan modus operandi ini karena remaja tidak diizinkan masuk ke pusat hiburan, sehingga mereka menyewa kondominium dan menjalankan pesta-pesta dan remaja yang ingin bergabung dikenakan biaya 100 Ringgit hingga 200 Ringgit (Rp 356 ribu – Rp 713 ribu),” katanya.

Sharing is caring!
  • 26
    Shares
  • 26
    Shares
To Top
error: Content is protected !!