Hukum

Massa Tuntut KPK Bebaskan Irwandi, DPR Aceh: Ada Praperadilan

Massa Tuntut KPK Bebaskan Irwandi

SELIDIKI.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditahan KPK karena kena OTT kasus korupsi. Massa di Aceh mendesak KPK membebaskan Irwandi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menilai lembaga anti rasuah tersebut punya SOP saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

“OTT saya kira KPK sudah punya SOP sendiri untuk melaksanakan operasi tersebut. Kalau pihak tersangka keberatan atau merasa dirugikan dengan operasi maka ada ruang praperadilan yang bisa ditempuh. Di sana OTT KPK terhadap Gubernur dan koleganya bisa diuji,” kata Anggota DPR Aceh Asrizal Asnawi, seperti dikutip detikcom, Senin (9/7/2018).

Menurutnya, hasil persidangan terhadap Gubernur Irwandi nantinya dapat dijadikan sebagai momentum untuk berbenah.

Baca juga: Koalisi NGO HAM Aceh Ungkap Kejanggalan OTT Irwandi Yusuf

Selain itu, dana otonomi khusus untuk Aceh yang dikucurkan setiap tahunnya ke depan dapat dipergunakan untuk mensejahterakan masyarakat Tanah Rencong.

“Namun bagi saya, apapun hasil persidangan nantinya ini adalah momentum Aceh berbenah. Dan memulainya dari nol kembali agar dana Otsus dan dana lainnya yang didapat oleh Pemerintah Aceh bisa digunakan sebesar-besarnya untuk memakmurkan Rakyat Aceh,” jelas Asrizal.

“Sampai saat ini saya masih berprasangka baik kalau Pak Gubernur tidak terlibat dalam rangkaian ini. Namun tugas penyidik KPK adalah membuktikan apa yang sudah mereka tuduhkan kepada beliau,” ungkap politisi PAN tersebut.

Baca juga: Terungkap, Ini Penyebab Steffy Burase Dicekal ke Luar Negeri

Di Aceh saat ini, kata Asrizal, banyak pihak yang menawarkan proyek dengan menjual nama Irwandi.

“Sama-sama kita tau di Aceh terlalu banyak pihak yang menawarkan proyek-proyek atas nama beliau dengan nominal tertentu. Apakah beliau merestui atau tidak hal hal tersebut, cuma beliau yang tahu,” jelas Asrizal.

Irwandi Yusuf Merasa Dijebak dalam OTT KPK

Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh Berita hari ini

Irwandi Yusuf Dibawa Ke Kantor KPK

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menduga ada pihak tertentu yang sengaja melibatkan namanya dalam kasus dugaan penerimaan suap terkait penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkannya sebagai tersangka bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi dan dua pihak swasta lainnya.

“Jadi, dikaitkan dengan saya atau apa, mungkin ada orang yang menyebut nama saya dan didengar oleh KPK,” kata Irwandi usai diperiksa KPK, seperti dikutip Kompas, Jumat (6/7/2018).

Baca juga: Usai Ditahan KPK, Irwandi Yusuf Beberkan Jasa-Jasanya untuk Pemerintah

Ia menceritakan, satu minggu sebelum terlibat dalam kasus ini, ia pernah menangkap seseorang yang sempat meminta uang dengan mengatasnamakan dirinya.

“Dilihat saja, banyak sekali di Aceh begitu. Yang saya tangkap sendiri, satu minggu sebelum kejadian ini ada satu orang. Mengatasnamakan saya, menjual nama saya kepada saya, minta fee. Ada anak-anak muda di sana. Bukan orang gede,” ujar dia.

Menurut Irwandi, orang yang ditangkap waktu itu ternyata pernah ikut menjadi tim suksesnya.

Orang tersebut tak bermaksud menjebak dirinya mencari uang dari pengusaha-pengusaha.

Selama ini, kata dia, orang itu membutuhkan uang untuk kebutuhan dirinya dan teman-temannya.

“Begitu ditangkap, ternyata emang anaknya saya kenal, anak miskin dan dia harus menghidupi banyak teman-teman yang menjadi relawan dulu. Banyak sekali yang jual nama di Aceh tak terlepas dari masalah ini,” kata dia.

Di sisi lain, Irwandi pun mengaku tak tahu persoalan permainan dana otsus ini.

Baca juga: Bantah Terima Suap, Irwandi Yusuf: Saya Gak Terima Uang

Ia merasa tak pernah meminta atau memerintahkan pihak lain dalam pengurusan proyek-proyek yang bersumber dari dana otsus tersebut.

“Saya tidak pernah minta, tidak pernah menyuruh, tidak pernah menerima,” ujar dia.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Irwandi telah terlibat dalam kasus dugaan suap terkait penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018.

Sharing is caring!
  • 34
    Shares
  • 34
    Shares
To Top
error: Content is protected !!