Aceh

KPK Tetap Tahan Gubernur dan Mengajak Masyarakat Lenyapkan Koruptor di Aceh

KPK Tetap Tahan Gubenur dan Mengajak Masyarakat Lenyapkan Koruptor di Aceh

SELIDIKI.COM, BANDA ACEH – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, S.H., mengajak masyarakat mengawal proses hukum yang sedang dijalani para tersangka kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

“Proses hukum masih berjalan. Mari kita simak bersama-sama proses ini,” kata Febri

Menurut Febri, saat ini KPK sedang intens melakukan penyidikan terhadap para tersangka.

Ia turut menghimbau, jika masyarakat memiliki informasi baru soal dugaan korupsi DOKA maka dapat disampaikan kepada KPK untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku.

Baca Juga : BNN Musnahkan 10.5 Hektare dan 70 Ton Ganja Basah di Sawang Aceh Utara

“Saat ini, KPK sedang menangani penyidikan untuk para tersangka yang sedang diproses. Jika masyarakat memiliki informasi baru, dapat disampaikan pada KPK,” ujar Febri yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Soal desakan publik meminta lembaga antirasuah itu menelusuri dugaan korupsi DOKA yang melibatkan semua kepala daerah di Aceh.

Febri mengatakan, “Perlu kita pahami bersama, proses hukum yang dilakukan KPK ini adalah menangani kasus korupsi dengan dasar kekuatan bukti. Jadi, tetap harus dilakukan secara hati-hati”.

Baca juga: Irwandi Ditangkap KPK, PDIP Lepas Tangan

Kasus yang menimpa dua kepala daerah di Aceh itu menyita perhatian public luas. Dukungan atas OTT KPK beriringan dengan munculnya kelompok yang melancarkan protes terhadap KPK.

Kelompok menamakan dirinya Komunitas Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) melakukan aksi di depan Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Senin, 9 Juli 2018.

KMAB mendesak KPK menangguhkan penahanan terhadap Gubernur Aceh non-aktif, Irwandi Yusuf.

“Apa yang dilakukan KPK sangat melecehkan kita bangsa Aceh. Kembalikan Irwandi Yusuf ke Aceh,” kata koordinator KMAB, Fahmi Nuzula saat berorasi di hadapan massa.

Massa mengklaim, bahwa Irwandi tidak bersalah sebagaimana sangkaan KPK dalam dugaan kasus suap DOKA tahun 2018.

“Jika memang Irwandi korupsi, buktikan secara hukum jangan lakukan pembohongan publik. KPK jangan lakukan pembohongan,” katanya.

Baca juga: Massa Tuntut KPK Bebaskan Irwandi, DPR Aceh: Ada Praperadilan

Massa juga menduga bahwa ada konspirasi politik dalam penangkapan Irwandi Yusuf.

“Ada yang bermain di Aceh, ini konspirasi politik,” ujar Fahmi Nuzula, seperti dikutip Tribun Aceh.

Seperti diketahui sebelumnya, Irwandi Yusuf ditangkap di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, dalam pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa malam (3/3/2018).

Irwandi Yusuf diduga menerima suap dalam setiap proyek dana otonomi khusus tahun 2018.

Saat ini, KPK telah menetapkan Irwandi sebagai tersangka, bersama Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan dua orang lainnya.

Irwandi diduga menerima suap dari Ahmadi Rp500 juta.

Baca juga: Terungkap, Ini Penyebab Steffy Burase Dicekal ke Luar Negeri

Uang itu bagian dari Rp1,5 miliar yang diduga diminta Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur bersumber dari DOKA 2018.

KPK juga telah melakukan penggeladahan di kediaman Irwandi Yusuf guna pemeriksaan lebih lanjut dan mencegah (cekal) empat orang ke luar negeri yang dianggap sebagai saksi penting.

Keempatnya, Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri.

Pencegahan itu, menurut Febri, untuk memudahkan KPK memeriksa keempatnya jika dibutuhkan keterangan dari mereka.

Sharing is caring!
  • 4K
    Shares
  • 4K
    Shares
To Top
error: Content is protected !!