Aceh

BNN Musnahkan 10.5 Hektare dan 70 Ton Ganja Basah di Sawang Aceh Utara

BNN Musnahkan Ganja di Sawang Aceh Utara

SELIDIKI.COM, ACEH UTARA – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dan TNI/Polri melakukan pemusnahan seluas 10.5 hektare ladang ganja di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, Jumat (6/5). Pemusnahan tersebut dilakukan di dua titik tepatnya di Gampong Teupin Risep dan Uteun Punti kecamatan setempat.

Penyidik Utama Deputi Bidang Pemberatasan BNN RI, Kombes Iwan Eka Putra mengatakan, pemusnahan batang ganja berusia sekitar satu hingga tiga bulan serta siap panen tersebut dilakukan dengan cara dibakar di tempat. Sementara batang ganja itu diperkirakan setinggi lebih kurang dua meter.

Baca Juga : Suami Tega Cabuli Anak Kandung hingga Hamil 8 Bulan, Istri Lapor Polisi

“Ada dua titik yang dimusnahakan, tujuh titik di Gampong Uteun Punti, dan 3.5 hektare di Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara,” katanya kepada awak media di lokasi pemusnahan.

Sebelum Berita ini di rilis Pihak Wartawan Media Selidiki.com juga mendapatkan kabar bahwa ada suara tembakan senjata sebanyak tiga kali (3) yang di kabarkan oleh M. Ali warga Nisam Antara, saat pulang ke rumahnya melalui Simpang Inong Balee.

Ada juga yang menyebutkan suara tembakan tersebut berasal dari Simpang Abu Hasan Alu Garot Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.

Baca Juga : Amien Rais Sindir KPK: Yang Puluhan Triliun Lewat, Malah yang 100 Juta Dikejar-Kejar

Sambungnya, total keseluruhan batang ganja basah yang dimusnahkan seberat 70 ton, sementara untuk kepemilikan sendiri, pihaknya hingga kini masih mendalami hal tersebut. Karena mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi akibat masyarakat gampong setempat memiliki rasa takut yang tinggi.

“Dalam pemusnahan ladang ganja ini, kami juga melibatkan masyarakat dari delapan dusun di gampong setempat dengan jumlah lebih kurang 40 orang,” ungkapnya.

Baca juga: Irwandi Ditangkap KPK, PDIP Lepas Tangan

Menurut pantauan Tim Selidiki, untuk menuju ke ladang ganja tersebut hanya melewati sejauh tiga kilo dari pemukiman penduduk, sementara untuk medan penanamannya tidak terlalu sulit untuk dilalui, akan tetapi juga harus melalui beberapa tanjakan dan menelusuri semak-semak belukar dan kebun warga setempat.

Sementara pemusnahan itu dilakukan oleh, BNN RI, Mabes Polri dari Bareskrim dan Dispropam, di bantu TNI Kodim 0103 Aceh Utara, dan sejumlah personel Polres Lhokseumawe.

Sharing is caring!
  • 71
    Shares
  • 71
    Shares
To Top
error: Content is protected !!