Hukum

Tim Pemburu Selidiki Pembunuh Gajah Bunta Aceh

SELIDIKI.COM – Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) KLHK, Rasio Ridho Sani menugaskan tim gakkum KLHK untuk mendukung proses penyelidikan dan penyidikan kasus tewasnya gajah bernama Bunta di Aceh.

Satwa dilindungi ini, dibunuh di CRU Serbajadi, Aceh Timur, Aceh dan gadingnya ikut hilang.

“Kami sudah menugaskan tim untuk mendukung proses penyelidikan dan penyidikan tewasnya gajah di Aceh Timur dan menjadi prioritas penegakan hukum karena pembunuhan satwa dilindungi merupakan kejahatan yang luar biasa. Gajah merupakan kekayaan negara yang sangat penting bagi penunjang sistem kehidupan,” Kata Rasio Ridho Sani seperti dikutip detikcom, Selasa (12/6/2018).

Rasio mengaku penindakan kejahatan terhadap satwa yang dilindungi merupakan prioritas KLHK.

Pihaknya akan melakukan tindak tegas bagi pelaku pembunuhan gajah tersebut.

“Harus di hukum seberat-beratnya agar ada efek jera dan tidak terulang lagi. Kami juga terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan menyakini dapat menemukan pelaku pembunuh gajah jinak tersebut,” sebut Rasio.

“Kami mohon dukungan masyarakat termasuk untuk tidak membeli dan menggunakan bagian-bagian tubuh dari satwa yang dilindungi baik untuk perhiasan maupun penggunaan lainnya,” tambah Rasio.

“Harus di hukum seberat-beratnya agar ada efek jera dan tidak terulang lagi. Kami juga terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan menyakini dapat menemukan pelaku pembunuh gajah jinak tersebut,” sebut Rasio.

“Kami mohon dukungan masyarakat termasuk untuk tidak membeli dan menggunakan bagian-bagian tubuh dari satwa yang dilindungi baik untuk perhiasan maupun penggunaan lainnya,” tambah Rasio.

Diberitakan sebelumnya, Pembunuhan gajah jantan tersebut dilakukan pada Sabtu (9/6) kemarin sekitar pukul 08.00 WIB.

Polisi menduga pelaku datang ke CRU Serbajadi, Aceh Timur dan selanjutnya memberikan pisang dan mangga yang sudah ditaruh racun ke gajah.

Rasio menambahkan akan terus melakukan pengamanan satwa yang dilindungi ke depannya agar terlepas dari ancaman perburuan dan perdagangan satwa illegal.

Setelah hewan bertubuh besar ambruk, pelaku kemudian memotong pipi gajah untuk diambil gading.

Aksi pembunuhan gajah jinak ini baru diketahui setelah mahout (pawang gajah) datang ke lokasi.[]

Sharing is caring!
  • 4
    Shares
  • 4
    Shares
To Top
error: Content is protected !!