Kesehatan

Cara Menjaga Asupan Gizi agar Tetap Produktif di 10 hari terakhir Ramadhan

SELIDIKI.COM – Ramadhan sudah memasuki segmen 10 hari yang ketiga, bagi yang mengalami dehidrasi berulang maka mereka merasakan tubuh mulai kurang bersemangat. Ibadah puasa serta ibadah lainnya di bulan ramadhan menyebabkan perubahan siklus kegiatan bagi yang melaksanakannya.

Perubahan siklus kegiatan tersebut menyangkut waktu makan, tidur, dan juga waktu untuk melakukan aktivitas lain, hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk menjaga individu tetap produktif.

Berikut ini, dua cara menjaga asupan gizi seimbang dan hidrasi yang baik agar tetap produktif di 10 hari ramadhan.

1. Menjaga Asupan Gizi Seimbang dan Hidrasi

Beberapa hal yang penting diperhatikan agar tubuh memperoleh zat gizi yang tepat dengan asupan gizi seimbang dimulai dengan memperhatikan makanan untuk berbuka puasa.

Masalah umum saat berbuka puasa adalah makan yang berlebihan.

Untuk menghindarinya, ada baiknya kita memperhatikan sunnah Nabi yang menyatakan bahwa ketika makan perlu menjaga agar lambung kita terisi dengan sepertiga dengan makanan, sepertiga dengan air, dan meninggalkan sepertiga tetap kosong.

Menerapkan sunnah ini akan memastikan hidrasi yang cukup dan mencegah makanan padat yang berlebihan.

Pilihan jenis makanan yang tepat adalah buah-buahan terutama kurma yang telah menjadi konsumsi umum terutama saat Ramadan.

Sunnah Nabi adalah mengonsumsi kurma dalam bilangan ganjil (umumnya tiga atau lima buah ukuran biasa) dengan segelas air putih sebagai hidangan pembuka.

Dengan pembuka tersebut akan sangat membantu mengembalikan kadar kalium darah yang ikut berkurang saat dehidrasi.

2. Tetap Berolahraga atau Latihan Fisik

Banyak orang yang menghentikan kegiatan olah raga di kala berpuasa.

Hal ini tidaklah tepat, dengan berhentinya latihan fisik atau olahraga maka kebugaran fisik akan segera menurun. Namun demikian, tentu kegiatan latihan fisik di kala puasa harus disesuaikan agar tidak sampai membuat keadaan terpaksa membatalkan puasa.

Untuk tetap fit selama puasa, perhatikan penyesuaian latihan fisik yang sebaiknya dilakukan. Penyesuaian yang dimaksud adalah terkait waktu, durasi, dan intensitas latihan.

Waktu paling tepat untuk latihan atau olahraga di kala puasa adalah setelah subuh dan sebelum terang matahari, atau mulai lakukan setelah jam 16 di sore hari.

Durasi atau lamanya berolah raga antara 30 menit sampai satu jam. Tidak perlu memaksa diri dengan olahraga berat, cukup dengan melakukan senam atau jogging. Sebagai patokan intensitas latihan, lakukan penghitungan denyut nadi.

Jangan lupa, selama berpuasa bagi yang harus minum obat teratur karena mempunyai penyakit kronis, seperti darah tinggi atau diabetes, agar tetap menjaga keteraturan dan ketepatan dosisnya. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk penyesuaian waktu dan dosis obat.

Pada bulan puasa juga merupakan kesempatan yang baik untuk berhenti dari kebiasaan merokok.

Nah, dengan tips mengenai pola makan, minum, olahraga dan konsumsi obat selama berpuasa seperti yang dijelaskan di atas maka tidak ada alasan untuk mengendurkan kinerja di kala puasa.

Semoga kita mendapatkan rahmat, maghfiroh, dan berkah dengan menyelesaikan 10 hari terakhir ibadah Ramadan dan menjadikan kehidupan yang lebih sehat pasca Ramadhan. Semoga bermanfaat ya!

Sumber: monitor.co.id

Sharing is caring!
  • 6
    Shares
  • 6
    Shares
To Top
error: Content is protected !!