Penemuan

SPL Sørensen: Lima Fakta Menarik yang Harus Diketahui Tentang Ahli Kimia Denmark yang Inovatif ini

SPL Sørensen Lima Fakta Menarik yang Harus Diketahui Tentang Ahli Kimia Denmark yang Inovatif ini

SELIDIKI.COM – Søren Peder Lauritz Sørensen, ahli kimia inovatif yang memperkenalkan skala pH ke dunia, dirayakan pada mesin penelusuran Google Doodle hari ini (29/05/2018).

Ilmuwan Denmark ini memperkenalkan skala PH sebagai metode untuk menguji keasaman atau alkalinitas suatu zat, yang masih memiliki berbagai kegunaan di dunia nyata sampai hari ini.

Seperti dilansir Selidiki.com dari Independent.co.uk, ada lima hal yang perlu Anda ketahui tentang SPL Sørensen ini.

1. Sørensen hampir tidak belajar ilmu kimia

Sørensen adalah putra dari seorang petani,yang lahir di Havrebjerg pada 1868 dan memulai pendidikannya di Universitas Kopenhagen pada usia 18 tahun.

Namun, bukannya kimia, ilmuwan muda itu awalnya punya cita-cita untuk menempa karirnya di bidang kedokteran.

Di bawah bimbingan ahli kimia berpengaruh SM Jørgensen, ia akhirnya memutuskan untuk mengubah cita-citanya menjadi ahli kimia.

2.  Sørensen tidak menghabiskan seluruh hidupnya di laboratorium

Seperti kebanyakan mahasiswa, Sørensen mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja menuju capaian gelarnya.

Ketika belajar untuk doktoralnya, ia juga harus bekerja sebagai asisten kimia di laboratorium Institut Politeknik Denmark dan membantu dalam survei geologi Denmark.

Namun, dalam langkah yang sedikit lebih tidak biasa ini, ia malah berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai konsultan di galangan kapal angkatan laut kerajaan.

sosok Sørensen Google doodle

3. Direktur laboratorium pembuat bir terbaik di dunia

Sørensen menjabat sebagai direktur departemen kimia di Laboratorium Carlsberg di Kopenhagen dari 1901 hingga 1938.

Laboratorium dibuka oleh pendiri produsen bir Carlsberg, JC Jacobsen pada tahun 1875 dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan biokimia, terutama di bidang pembuatan bir.

Meskipun banyak yang akan berterima kasih kepada tempat pembuatan bir untuk pekerjaannya di abad ke-19 yang mengisolasi ragi yang sekarang digunakan untuk membuat bir, Sørensen membuat penemuan yang jauh lebih penting saat bekerja di sana.

4. Ia menyusun skala pH

Prestasi paling menonjol Sørensen adalah pengenalan skala pH, yang digunakan sampai hari ini untuk menggambarkan keasaman atau alkalinitas suatu zat atau larutan.

Ilmuwan ini mengembangkan skala sejak 1909, mengembangkan dua metode untuk mengukur keasaman zat.

Pengukuran pH sekarang penting dalam berbagai bidang, termasuk obat, pengolahan air dan kimia.

5. Sørensen dapat banyak bantuan dari istrinya

Sepanjang hidupnya bekerja, Sørensen kerap dibantu penelitiannya oleh istri keduanya, Margrethe Høyrup Sørensen, yang juga seorang ilmuwan.

Bekerja di Laboratorium Carlsberg, pasangan ini mempelajari lipoprotein dan meneliti kompleks karbon monoksida dan hemoglobin.

Pada tahun 1917, suami dan istri menjadi orang pertama yang berhasil mengkristalkan putih telur selama percobaan di laboratorium.

Berita Populer

To Top