Inspirasi

Sosok Zubair, Pemuda Lhoksukon yang Masih Pertahankan Peras Air Tebu Secara Tradisional

Zubair, Pemuda Lhoksukon yang Masih Pertahankan Peras Air Tebu Secara Tradisional

SELIDIKI.COM, LHOKSUKON – Bulan Ramadhan bulan penuh rahmat dan keberkahan itulah yang menyemangati salah seorang pemuda Kota Lhoksukon, Aceh Utara,  dengan ramahnya pemuda itu melayani pelanggannya.

Terlihat banyaknya takjil berjejeran dan minuman di jual di pinggir jalan, masyarakat pun sangat antusias membeli minuman air tebu dan kelapa muda yang dijual mereka.

Ada yang unik dari amatan tim selidiki di tempat ini, seorang pemuda yang akrab disapa Zubair dengan gagahnya memeras air tebu secara tradisional yang di sebut boeh eunje, tepatnya berjualan di jalan Medan – Banda Aceh Desa Trieng Matang Ubi, Lhoksukon di depan animo stiker, Sabtu (20/05/2018).

Baca juga: Kisah Ayah Kuli Panggul Semen yang Anaknya Berhasil Diwisuda ini Jadi Viral

Ketika diwawancarai tim selidiki terkait alasan mengapa Zubair masih mempertahankan alat tradisional tersebut ia pun memberi jawaban unik.

“Kami masih menggunakan alat tradisional karena rasa air lebih segar dan manis dan air dari kulit pun tidak habis, maka dari itulah kami masih mempertahankan memeras air tebu menggunakan boeh eunje“, ungkap Zubair.

Penjualan air tebu dan kelapa muda Zubair ini dibuka dari jam 04:00 sampai menjelang buka puasa dan juga bisa menerima orderan dalam skala besar di seputaran kota Lhoksukon.

Baca juga: Perakit Helikopter Aceh Kirim Surat Terbuka Untuk Irwandi Yusuf

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!