Nasional

Ada Potensi Jokowi Kalah Menurut Pengamat Jika Ini Masih Diabaikan

Ada Potensi Jokowi Kalah Menurut Pengamat Jika Ini Masih Diabaikan

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Bukan rahasia lagi bahwa jumlah relawan Jokowi di lapangan sangat banyak, sayangnya lebih sering kendala “logistik” menjadi salah satu kendala utama.

Menurut pengamat politik dan Direktur AHY Institute Indonesia Arif Amirudin, para sukarelawan bukanlah “politisi” di bawah kekuasaan atau pihak-pihak tertentu, tetapi ketika jalur distribusi logistik kepadanya terputus meski tanpa sumber, faktor kekalahan hanyalah masalah waktu.

Dia menyarankan konsolidasi antara sekelompok relawan yang merangkul representasi masing-masing termasuk untuk memobilisasi dan mendistribusikan logistik pada 2019.

Salah satu relawan Jokowi, Jappy M Pellokila yang juga inisiator Indonesia Hari Ini Memilih Jokowi (IHI-MJ) mengakui jumlah relawan Jokowi sangat banyak dan militan. Tetapi hanya sedikit yang terorganisasi dengan baik, dalam arti tingkat organisasi atau organ diatur dengan rapi.

Seringkali, Jappy mengatakan, organ tersebut terorganisir dengan baik dan kemudian dihadapkan dengan kendala pendanaan pada kegiatan sehingga kegiatan sukarela kecil dan tidak dipublikasikan.

Baca juga: Partai Politik Bukan Wadah atau Tempat Kotor dan Menjijikkan

Selama ini, organ relawan Jokowi, kata dia, kebanyakan melakukan aktivitasnya secara mandiri, swapublikasi, dan tidak memiliki sumber pembiayaan yang pasti.

Jappy juga menganggap wajar jika kemudian kegiatan dan inisiatif sukarelawan tidak terorganisir bahkan tidak ter “branding” dengan cantik karena tidak ada dana atau sumber logistik untuk melakukan konsolidasi.

Ini adalah cerminan langsung bagaimana Jokowi belum mengelola para sukarelawannya dengan baik. Jappy sendiri mengambil inisiatif untuk melakukan sukarelawan kerja nasional Jokowi.

Selain itu, Jokowi harus merangkul dan merekam semua organ pendukung sukarelawan dari mulai yang terkecil di media teritorial, sektoral, hingga partisan untuk mengkonsolidasikan dan mengelolanya dengan baik.

Ancaman kekalahan Jokowi bukan tidak mungkin hilang jika masih mengabaikan manajemen relawan serta memperkuat saluran distribusi “logistik” kepada mereka.

Baca juga: Pengamat Politik Nilai Prabowo Lebih Berpotensi Pilih AHY Ketimbang Anies

Jappy tidak sendirian, Ketua Relawan Cinta Indonesia (RCI) Ade Ferdijana merasakan hal yang sama ketika sebagai salah satu organ sukarela setia Joyowi, ia dan organisasinya merasakan kurangnya kerjasama, konsolidasi dan koordinasi di antara organisasi-organisasi sukarelawan.

Mereka cenderung tampak bergerak sendiri sehingga tidak jarang “bertabrakan” dalam pelaksanaannya sendiri ketika tujuan yang sama untuk memenangkan Jokowi.

Dalam beberapa hal, Ade merasa bahwa pendanaan untuk kegiatan itu masih minim dan bersumber dari kantong pribadi para administrator.

Inilah yang mengakibatkan aktivitas relawan, terutama organ non-voting (belum lagi sebagai donor reguler) di dalamnya, hanya kecil dan tidak dipublikasikan meskipun sangat militan.

Baca juga: Ibnu Basir : Berpolitiklah Dengan Bersih dan Jujur

Ade pada tahun 2019, memimpikan membentuk wadah sukarelawan secara nasional untuk memudahkan mengatur strategi sehingga target yang diharapkan untuk memenangkan Jokowi tercapai.

Sebaliknya, jika Jokowi masih belum tahu untuk mengelola pojok yang dianggap sebagai salah satu kelebihannya maka peluang kekalahan akan semakin besar sebagai kebutuhan, seperti dikutip dari laman Antara, Minggu (29/4/2018).

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!