Health & Fitness

ASI Ternyata Dapat Mengurangi Angka Kematian Bayi

ASI Ternyata Dapat Mengurangi Angka Kematian Bayi

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Angka kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi di antara negara-negara Asia Tenggara, meskipun tingkat kematian bayi sekarang sedang mengalami penurunan.

Pada 2015, ada 41 kasus kematian per seribu kelahiran hidup, atau tertinggi keempat di Asia Tenggara.

Ada banyak faktor yang menyebabkan kematian bayi.

Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2003, angka kematian bayi sebagian besar terkait dengan faktor gizi, yaitu sebesar 53%.

Beberapa penyakit yang timbul dari malnutrisi termasuk pneumonia (20%), diare (15%), dan prenatal (23%).

Oleh karena itu, dalam program Millenium Development Goals (MDGs) yang diluncurkan oleh pemerintah, mengurangi angka kematian bayi adalah salah satu dari delapan program sasaran yang ditargetkan oleh negara kita.

Dr I Gusti Ayu Pratiwi SpA, MARS, dokter anak, mengatakan bahwa angka kematian bayi dapat dikurangi sebesar 13% dengan memberikan ASI.

Baca juga: Pemilik Payudara Besar Disarankan Tidur dengan Posisi Ini

Menyusui memainkan peran penting untuk menjadikan bayi yang sehat, sebab Air Susu Ibu (ASI) mengandung beberapa nutrisi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.

ASI juga mengandung zat yang mampu meningkatkan kekebalan dan melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Beberapa fakta menunjukkan bahwa bayi yang menyusui lebih kebal terhadap penyakit dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI langsung dari ibunya.

Ini karena ASI mengandung makrofag, sitokin, interleukin, laktoferin, dan faktor-faktor yang berperan dalam pertahanan pencernaan bayi.

ASI mengandung enzim lipase yang dapat membantu usus bayi yang baru lahir dengan enzim lipase yang belum optimal. Penyerapan nutrisi membutuhkan enzim lipase.

Baca juga: Kanker Payudara Bisa Menyebabkan Nyeri Di Bagian Punggung, Begini Solusinya

“Jadi jika ada formula yang tidak mengandung enzim, maka patut dipertanyakan apakah usus bayi yang baru lahir dapat menyerapnya,” kata Dr. Gusti Ayu.

Namun, untuk memberi ASI, ibu harus memperhatikan gerakan bayi saat mengisap puting. Dia menekankan perlunya memperhatikan posisi dan kemelekatan bayi saat mengisap puting saat menyusui.

“Selain itu, ibu juga perlu mengetahui ketersediaan ASI di payudaranya,” tambah Dr Gusti Ayu.

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!