Internasional

Misteri ‘Kembaran’ Saddam Husein Terkuak dari Pengakuan Agen CIA

Sosok Saddam Husein Terkuak dari Pengakuan Agen CIA
Saddam Husein

SELIDIKI.COM, BAGHDAD – Presiden Irak pada tahun 2003 itu saat ini kembali jadi sorotan. Padahal Saddam Husein telah dinyatakan tewas akibat hukuman gantung pada 2006.

Tak sedikit yang merasa penasaran terkait misteri jasad Saddam Husein yang dimakamkan di Al-Awjah yang merupakan kampung halamannya.

Makam ini dibangun oleh keluarga Saddam Husein.

Tempat peristirahatan terakhir pria yang memimpin Irak selama 24 tahun ini dibuat mewah dan apik.

Namun, kondisi makam Saddam Husein saat ini rusak parah dan menjadi puing-puing.

Melansir dari Tribun Solo, seorang sniper ISIS bersembunyi di atap kompleks makam.

Pesawat AU Irak membom habis kompleks makam Saddam hingga rata dengan tanah.

Banyak yang meragukan jasad yang dikubur di makam tersebut.

Ada yang mengatakan jasad yang dikuburkan itu bukanlah Saddam Husein yang asli.

Hal ini dikemukakan oleh seorang warga Baghdad bernama Abu Samer. Abu Samer percaya Saddam Husein belum mati.

Baca juga: PBB Tolak Permintaan Kecam Serangan Amerika ke Suriah, Rusia: Dunia Berduka

Memang santer terdengar kabar bahwa Saddam Husein memiliki orang-orang yang melindunginya.

Orang-orang ini bukanlah manusia biasa. Diyakini, pelindung Saddam Husein adalah orang yang memiliki wajah yang serupa dengannya.

Kabarnya, Saddam Husei membayar mahal ‘kembarannya’ tersebut.

Namun, legenda ‘kembaran’ Saddam Husein ini terpatahkan oleh agen CIA yang menginterogasinya.

Adalah John Nixen, agen CIA yang aktif pada 1998 sampai 2011.

Saddam Husein ditemukan pada sebuah lubang di sebelah peternakan di kota kelahirannya, Tikrit pada Desember 2003.

John Nixon yang sudah mempelajari Saddam Husein sejak bergabung dengan CIA ditunjuk menjadi orang yang mengidentifikasi Saddam.

Melansir dari BBC, agen CIA tersebut mengatakan itu memang benar pria itu adalah Saddam Husein.

Bahkan John Nixon tidak memiliki keraguan sedikit pun.

Baca juga: Donald Trump: Tidak Ada Diktator yang Boleh Reremehkan Amerika

Selama menginterogasi Saddam Husein, John Nixon menemukan dua sisi pada diri mantan pemimpin Irak tersebut.

Nixon mengaku melihat sisi manusia Saddam.

“Ia adalah satu di antara indivisu paling berkarisma yang pernah saya temui. Ketika ia sedang ingin, ia bisa mengesankan, baik, lucu, dan santun,” katanya.

Namun, ada juga sisi lain Saddam yakni sisi kelamnya.

Saddam bisa berubah menjadi orang yang kasar, arogan, serta menyeramkan ketika habis kesabaran.

Nixon juga menggambarkan sosok Saddam adalah orang yang paling banyak menaruh curiga yang pernah ia temui.

“My name is Saddam Hussein. I am the president of Iraq and I want to negotiate.”

“Nama saya, Saddam Huseein. Saya adalah Presiden Irak dan saya mau bernegosiasi,” ucap Saddam kala itu.

Pertanyaan yang menjadi topi utama Amerika adalah mengenai senjata pembunuh massal.

Baca juga: Suriah Memanas, Rusia Minta PBB Adakan Pertemuan Darurat

Ketika itu Saddam mengatakan Irak tidak memilikinya dan telah menghentikan program nuklir tersebut pada beberapa tahun sebelumnya.

Menurut Nixon, Saddam juga mengaku tidak berniat memulainya kembali. Namun, hasil interogasi yang dilakukan oleh Nixon dicap gagal oleh Amerika.

Sharing is caring!
  • 12
    Shares
  • 12
    Shares
To Top
error: Content is protected !!