News

Terungkap, Inilah Penyebab Tumpahnya Minyak Di Teluk Balikpapan

Terungkap, Inilah Penyebab Tumpahnya Minyak Di Teluk Balikpapan

SELIDIKI.COM, BALIKPAPAN – Tim Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengumumkan hasil investigasi kasus tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Kami menduga penyebab patahnya pipa kemungkinan karena jangkar. Sebab sebelum kejadian, kapal MV Judger merupakan satu-satunya kapal yang melintas dan berhenti di lokasi patahan pipa,” kata Kepala Pushidrosal Laksamana Madya TNI Harjo Susmoro kepada wartawan di Balikpapan, Selasa (17/4) seperti dilaporkan Antara.

Tim Investigasi Pushidrosal juga menyimpulkan kapal MV Judger membuang sauh (jangkar) sekitar 400 meter di atas area terbatas (larangan membuang jangkar).

“Kami temukan parit sepanjang 498,8 meter dengan lebar 1,6-2,5 meter, kedalamannya 0,3-0,7 meter yang diduga dari tarikan jangkar yang tersangkut pipa,” papar Harjo Susmoro.

Selain itu, tim investigasi Pushidrosal juga menemukan posisi pipa patah bergeser ke arah tenggara sejauh 117,3 meter.

Baca juga: Jokowi Minta Pengurangan Biaya Masuk Minyak Sawit

Pipa yang patah itu berada paling utara di antara tiga pipa lainnya dengan posisi horizontal dan panjang patahan lebih kurang 26,7 meter.

Menurut Harjo, pada kedalaman sekitar 21 meter berdasarkan koreksi geometrik dan radiometrik dasar laut (side scan sonar) pada Selasa (3/4), memperjelas adanya benda keras yang jatuh ke dasar laut.

Kapal MV Judger yang mengangkut 22 awak berkebangsaan Cina itu memasuki perairan Indonesia tercatat pada 30 Maret 2018 sekitar pukul 22.30 Wita dan berhenti tepat di posisi pipa penyalur minyak mentah PT Pertamina (Persero) yang patah.

“Dikonfirmasi kapal MV Judger itu berada di titik koordinat 01 derajat 14 menit 42,35 detik selatan, 116 derajat 47 menit 16,11 detik timur,” ungkap Harjo Susmoro.

Dalam penelusuran kasus tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan tersebut, tim investigasi Pushidrosal bergerak sejak Kamis (5/4) setelah menerima informasi.

Baca juga: Manfaat Positif dari Garam untuk Kesehatan

Dua kapal modern milik TNI AL dan delapan unit tim survei mobile, serta dua unit tim survei darat diterjunkan dalam investgasi itu.

“Keterangan sebagai tim ahli berdasarkan catatan hidrografi hasil investigasi akan kami serahkan kepada penyidik,” tambahnya.

Pipa minyak yang pecah itu menyalurkan minyak mentah dari Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, menuju Kilang Balikpapan.

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!