News

Jembatan Widang Tuban Ambruk, Bagaimana Arus Mudik Nantinya?

Jembatan Widang Tuban Ambruk

SELIDIKI.COM, MAJALENGKA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan segera memetakan dan mengevaluasi kemungkinan hambatan arus mudik akibat ambruknya jembatan Widang yang menghubungkan Tuban dan Lamongan, Jawa Timur.

“Arus mudik akan kita mapping, akan kita evaluasi, kita akan memberikan suatu solusi lewat mana para pengguna lalu lintas,” kata dia.

Untuk saat ini Kementrian Perhubungan segera mengidentifikasi penyebab ambruknya jembatan.

“Bagi Kementerian Perhubungan memang akan melakukan identifikasi berkaitan dengan ambruknya jembatan itu, bagaimana itu bisa terjadi,” kata Budi di Kompleks Bandara Kertajati, Majalengka, Selasa (17/4) kepada Antara.

Jembatan Widang bagian barat di Kecamatan Widang, Tuban, ambrol Selasa sekitar pukul 11.05 WIB. Tiga truk dan sebuah sepeda motor tercebur ke dalam Bengawan Solo, sedangkan seorang pengemudi truk bernama Muklisin (48), asal Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Gresik, meninggal dunia akibat insiden ini.

Baca juga: Jembatan Widang Tuban Runtuh, Dua Sopir Truk Tewas

Jembatan ini berada di jalur utama yang menjadi urat nadi ekonomi Jawa Timur – Jawa Tengah.

Untuk tahap pertama, Kemenhub akan membuat rekayasa lalu lintas untuk menyediakan jalan alternatif bagi aktivitas ekonomi setempat.

Selain akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam hal ini Komite Keselamatan Konstruksi untuk mekanisme lanjutan.

“Sedangkan berkaitan dengan bagaimana selanjutnya jembatan itu tentunya mekanisme di PU itu ada komite keselamatan konstruksi,” kata dia.

Pada kesempatan sama, Direktur Pembangunan Jalan Bina Marga Kementerian PUPR A. Ghani Ghazali Akman mengatakan runtuhnya jembatan ini disebabkan usia jembatan yang sudah lebih dari 30 tahun.

“Jadi memang yang terjadi itu adalah runtuhnya jembatan karena kalender jembatan itu yang sudah cukup lama dari dulu memang sudah ada jembatan itu dan diduplikasi oleh jembatan rangka, rangkanya sekarang masih berdiri tidak jatuh,” katanya.

Baca juga : Berhubungan Intim di Masjid, Dua Mahasiswa Jateng Ditangkap Warga

Komite Keselamatan Konstruksi akan mempelajari kasus ini untuk segera memperbaiki agar dapat beroperasi kembali.

Ia mengatakan, pada dasarnya jembatan ini memang sudah diprogramkan untuk diganti bersamaan dengan jembatan serupa di jalur Pantura dari mulai Jawa Barat hingga Jawa Timur. “Nanti akan segera diperbaiki,” katanya.

Sharing is caring!
  • 4
    Shares
  • 4
    Shares
To Top
error: Content is protected !!