Politik

Partai Politik Bukan Wadah atau Tempat Kotor dan Menjijikkan

Partai Politik Bukan Wadah atau Tempat Kotor dan Menjijikkan
Ilustrasi

SELIDIKI.COM, PALU – Bendahara Umum Dewan Pimpinan Partai Demokrat Nasional (Nasdem) (DPP) Ahmad M Ali mengatakan partai politik bukanlah wadah atau tempat ‘kotor’ dan ‘menjijikkan’.

Sebaliknya, partai politik adalah ruang ekspresi, wadah, organisasi, yang dapat memberikan perubahan menuju kebaikan bersama dan kemakmuran, katanya di Palu, Sabtu (14/4/2018).

Fenomena politik yang jauh dari politik yang sopan, terutama berkaitan dengan penerimaan kita terhadap perbedaan perspektif dalam hasil waktu sekarang dalam politik yang selalu dilihat sebagai tempat kotor dan menjijikkan bagi masyarakat.

Ahmad M Ali menyarankan ini ketika dia menjadi salah satu pembicara dalam diskusi santai dengan tema “pentingnya politik beralasan di era milenium,” yang diselenggarakan oleh Komunitas Tadulakota, di M’Bocada Coffee Shop.

Anggota Komisi VII DPR menyebut politik yang santun sejatinya adalah nilai. Ini bisa disebut jalan hidup dalam bekerja membangun kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa.

Baca juga: Jika Orang Baik Tidak Berpolitik Maka Penghianatlah Yang AKan Memimpin

Karena itu, menurutnya, harus ada perubahan paradigma berpikir mulai dari diri dalam menilai ide dan karya partai politik.

Misalnya, ia menjelaskan, praktik politik Partai Nasdem dengan program panggilan Indonesia dan politik tanpa mahar. Itu tidak membuat citra publik.

Sebaliknya, ia menekankan, itu sebagai bentuk komitmen terhadap keseriusan partai untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung dan bersama-sama membangun Indonesia.

“Program panggilan Indonesia dan non-mahar politik dimaksudkan untuk memanggil putra-putra terbaik bangsa untuk bekerja di dunia politik sebagai calon legislatif, calon kepala daerah termasuk calon presiden dengan tidak meminta mahar,” katanya.

Ahmad M Ali didampingi oleh istrinya Dr. Nilam Sari Lawira menghadiri diskusi yang diadakan oleh Komunitas Tadulakota.

Baca juga: Pengamat Politik Nilai Prabowo Lebih Berpotensi Pilih AHY Ketimbang Anies

Seperti dikutip dari Antara, selain dia, sejumlah tokoh politik lintas partai di Sulawesi Tengah juga hadir, seperti Walikota Palu Rusdi Mastura, politikus PDIP Ashar Yahya, politikus PPP Fifi Fairus Husen Maskati dan sejumlah kader partai politik lainnya seperti Tatya Van Gobel, Bendahara Partai Berkarya.

Komunitas Tadulakota adalah salah satu tempat berkumpul para pemimpin pemuda, politisi lintas partai dan mereka yang ingin berkumpul untuk memikirkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan regional.

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!