Misterius

Kisah Misteri Si Cantik Marrie, Penunggu Sungai Ciliwung

Kisah Misteri Si Cantik Marrie, Penunggu Sungai Ciliwung
Sungai Media (wikimedia)

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Ternyata Sungai Ciliwung yang membelah Kota Metropolitan Jakarta itu menyimpan berbagai kisah di masa lalu. Ada kisah tentang seringnya anak-anak yang hanyut secara misterius di Sungai Ciliwung, juga ada kisah tentang buaya buntung yang sering mengganggu warga di sekitar Sungai Ciliwung.

Di balik kisah-kisah misteri itu, ada satu kisah yang hingga kini terus mengiringi aliran air Sungai Ciliwung, yakni cerita mistis tentang hantu putri Belanda yang dikenal dengan nama Marrie.

Kisah tentang hantu Marrie itu ada di sekitar jembatan gantung yang berada di dekat muara Sungai Ciliwung, Jakarta.

Orang Betawi zaman dulu dan orang-orang yang ada di sekitar Sungai Ciliwung sering mendengar kisah tentang hantu cantik Marrie yang asal mulanya dari sebuah kisah cinta yang menyayat hati.

Marrie sesungguhnya adalah seorang gadis cantik keturunan Belanda dari kalangan bangsawan yang jatuh cinta dengan seorang pribumi dari kalangan rakyat jelata. Kisah cinta mereka tidak mendapat restu dari ayah Marrie.

Namun, Marrie dan pemuda itu saling mencintai. Mereka pun memadu kasih secara sembunyi-sembunyi, karena tidak ingin diketahui keluarga Marrie yang berasal dari kalangan ningrat Belanda di Jakarta kala itu.

Baca juga: Selidiki Rumah Hantu Yeongdeok, Salah Satu Tempat Paling Menakutkan di Asia

Seperti kata pepatah, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga. Hubungan Marrie dan pemuda rakyat jelata tersebut diketahui oleh keluarganya.

Ayahnya geram dengan hal tersebut, sehingga dia memerintahkan beberapa orang untuk menangkap pemuda tersebut kemudian disiksa selama beberapa hari dengan maksud agar dia tidak melanjutkan hubungan cintanya dengan Marrie.

Karena rasa cinta yang sudah terlalu besar di dada pemuda itu, dia tidak mau melepaskannya meskipun berkali-kali disiksa.

Marrie yang mendengar tentang hal itu bersimpuh sembari memeluk dan mencium kaki sang ayah untuk menghentikan penyiksaan yang dilakukannya kepada orang yang dicintainya tersebut dengan bersimbah air mata.

Namun, ayah Marrie yang sudah terlanjur gusar dan tidak mau menahan rasa malu, memutuskan untuk mengajukan hukuman mati dengan cara pecah kulit untuk pemuda tersebut tanpa menggubris tangis pilu anak perempuannya.

Sisa-sisa bagian tubuh pemuda yang dieksekusi mati tersebut tercecer di lapangan. Para punggawa-punggawa memungut dan membuangnya ke Sungai Ciliwung.

Baca juga: Pasca Kecelakaan Maut Tanjakan Emen, WargaNet Ungkap 2 Kejadian Mistis yang Dialaminya

Mayat pemuda itu pun dibuang dan dibiarkan hanyut terbawa arus hingga melewati muara dan menghilang di laut lepas.

Marrie tersungkur tak berdaya. Ia yang telah kehilangan cintanya, mulai sering termenung selama berhari-hari. Dia tidak mau makan dan minum. Semangat hidupnya hilang. Hingga akhirnya Marrie berjalan ke jembatan gantung di muara Sungai Ciliwung.

Saat itu arus Sungai Ciliwung sedang deras-derasnya. Marrie memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke Sungai Ciliwung dan menyatu dengan arus sungai.

Sang ayah sungguh merasa terpukul dengan tragedi yang menimpa putrinya.

Sejak peristiwa itulah, masyarakat di sekitar Sungai Ciliwung pun mulai mengenal sosok Marrie yang sering menampakkan diri.

Orang-orang Betawi di zaman itu sering melihat sosok Marrie duduk termenung di atas jembatan, tempat ia melompat ke sungai. Sosok hantu Marrie yang sering dilihat warga, selalu mengenakan kebaya berwarna putih sambil menangis sedih.

Baca juga: Selidiki Dua Kota Gaib dan Paling Mistis di Kalimantan

Banyak yang mengatakan bahwa biasanya sosok hantu Marrie muncul di malam Selasa yang bertepatan dengan bulan Purnama.

Entah, mungkin malam tersebut merupakan hari di mana pemuda rakyat jelata yang dicintainya itu di buang ke sungai tersebut, atau hari di mana Marrie mengakhiri hidupnya.

Dulu, ketika hantu Marrie masih sering menampakkan diri di jembatan itu, banyak pengendara yang memutuskan untuk memutar balik atau memacu kendaraannya untuk melesat kencang melewati jembatan gantung itu, terutama pada malam hari. Mereka sungguh takut dengan kemunculan sosok hantu Marrie.

Sumber: NNC dan Sumber lainnya

Sharing is caring!
  • 3
    Shares
  • 3
    Shares
To Top
error: Content is protected !!