Hukum

Terkait Kasus Sukmawati, Tokoh FPI: Kenapa Habib Rizieq Tak Diperlakukan Sama oleh Ketua MUI?

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin mempertanyakan sikap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin kepada Sukmawati Soekarnoputri terkait kontroversi puisi ‘Ibu Indonesia’.

Pasalnya ia menilai, ada perlakuan istimewa dari Ketua MUI kepada Sukmawati, jika dibandingkan dengan sikap MUI terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang terjerat berbagai kasus.

Menurutnya, terhadap Sukmawati, Ma’aruf berharap laporan dicabut dan dimaafkan, sedangkan hal itu tidak dilakukan Ma’aruf pada kasus Habib Rizieq.

“Kenapa Habib Rizieq dan ulama juga para aktifis pembela agama, negara dan Pancasila, tidak mendapat perlakuan yg sama dari Ketua MUI, untuk segera juga para pelapor ulama dan aktivis ini segera menarik laporannya juga dan bebaskan mereka semua?” kata Habib Novel kepada NNC, Jumat (6/4/2018).

Baca juga: Aksi 64 Demo Tuntut Sukmawati, Alumni 212: Ahok di Dalam Sana Menyaksikan Kita…

Ditambahkan Humas Persaudaraan Alumni 212 itu, seharusnya Habib Rizieq dan tokoh-tokoh lain diperlakukan sama seperti Sukmawati. “Nah ini baru adil dan sama posisinya kosong-kosong,” tandas Habib Novel.

Sebelumnya, Ketua MUI Ma’ruf Amin meminta umat Islam meminta umat Islam untuk memaafkan Sukmawati atas puisi ‘Ibu Indonesia’ yang menyinggung syariat Islam, cadar, dan adzan.

“Kalau boleh saya berharap, inikan sudah minta maaf melalui media, melalui majelis ulama, datang sendiri kesini. Bahkan kalau kita lihat di media menitihkan air mata, ini ada kesungguhan,” ujar Ma’ruf di kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

Baca juga: Terungkap, Inilah Negara dengan Penduduk Paling Rajin dan Gila Kerja di Dunia

“Kalau orang mau minta maaf itu dengan benar-benar datang kesini. Artinya kalau ke MUI itukan sunggung-sungguh,” sambungnya.

Ma’ruf juga berharap tidak ada aksi protes, dan menghentikan upaya hukum terhadap Sukmawati. Alasannya, karena putri Presiden pertama Soekarno itu sudah menyampaikan permohonan maaf baik itu lewat media maupun ke MUI.

“(Soal aksi) Kalau boleh saya berharap karena beliau sudah datang minta maaf, apa salahnya kalau kita memberi maaf, apa salahnya? Saya kira tidak ada salahnya. Dalam rangka kita menjaga keutuhan bangsa,” ucap dia.

“(Terkait laporan?) Saya bilang kan kalau bisa memaafkan tidak meneruskan, bermusalahat, kita bersaudara membangun kembali keutuhan kalau saya bisa berharap, itu saya harapkan,” jelas Ma’aruf.

Sharing is caring!
  • 37
    Shares
  • 37
    Shares
To Top
error: Content is protected !!