Hukum

Ancaman Hukuman Mati untuk dr Helmi yang Bunuh dr Letty Sultri

Sidang Ancaman Hukuman Mati untuk dr Helmi yang Bunuh dr Letty Sultri

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Terdakwa kasus penembakan dr Letty Sultri, dr Ryan Helmi telah menjalani sidang perdananya pada Kamis (29/3). Helmi terancam mendapat hukuman mati karena telah membunuh istrinya.

Helmi menembak Letty pada 9 November 2017 lalu di klinik Az Zahra Medical Center di Jalan Dewi Sartika, Jaktim, tempat Letty bekerja.

Ia tega menghabiskan nyawa istrinya karena Letty enggan diajak rujuk oleh Helmi.

Jaksa Felly Kasdi membeberkan Helmi dan Letty sudah terlibat petengkaran sejak 2013 dan puncaknya pada Juni 2017.

Letty pun menggugat cerai Helmi di bulan Juli 2017.

“Kemudian pada tanggal 03 Juli 2017, terdakwa digugat cerai oleh korban di Pengadilan Agama Jakarta Timur dan dijadwalkan putusan pada November 2017,” kata Felly saat membacakan surat dakwaan, di persidangan PN Jaktim, Kamis (29/3).

Felly mengungkapkan berdasarkan keterangan salah satu saksi, Abdul Kadir, bahwa Helmi sempat mengancam akan menembak Letty jika menolak untuk rujuk.

Helmi kemudian membeli satu pucuk senjata revolver lengkap dengan 28 peluru dari seorang bernama Roby Yogianto seharga Rp 21,7 juta.

Baca juga: Detik-detik Penembakan Istri, dr Helmi dengan dr Letty Hanya Sempat Membicarakan Ini

Senjata itulah yang digunakan oleh Helmi untuk menghabisi nyawa istrinya dengan tembakan bertubi-tubi.

Namun, Helmi tak lantas gunakan senjata tersebut untuk menghabisi nyawa sang istri.

Felly mengungkapkan bahwa Helmi sempat latihan menembak secara autodidak di lahan kosong kawasan Cileungsi, Bogor.

“Kemudian terdakwa pergi ke Metland Cileungsi untuk melakukan uji coba menembak atau latihan menembak di sebuah lahan kosong,” ungkapnya.

Helmi mengasah kemampuan menembaknya dengan menggunakan botol bekas minuman sebagai sasarannya.

Tak sekali Helmi berlatih menembak, ia bahkan melatih kemampuan menembaknya hingga mahir.

“Dengan sasaran tembak kaleng bekas minuman. Di mana awalnya terdakwa tidak bisa langsung menembak sasaran. Namun lama kelamaan bisa menembak sasaran dengan tepat hingga terdakwa mahir,” ujar Felly.

Helmi langsung menuju Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri usai menembak Letty. Dari serangkaian kejadian tersebut, jaksa menilai ada pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Helmi. Helmi pun didakwa dengan Pasal 340 KUHP.

“Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan dr Letty meninggal dunia di tempat kejadian. Perbuatan terdakwa sebagaimana tersebut diatas, diatur dan diancam pidana Pasal 340 KUHP,” tutur Felly.

Helmi melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo 338 KUHP tentang pembunuhan jo Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api. Atas dakwaan tersebut pengacara Helmi, Rihat Manulang merasa keberatan dengan dakwaan itu. Pihaknya akan mengajukan eksepsi.

Baca juga: Sadis dan Tragis, Suami di Aceh ini Tega Bunuh dan Gantung Istri di Depan Anak

—detik.com—

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!