Bisnis

Dengar Uber Dicaplok Grab, Begini Reaksi Menkominfo

SELIDIKI.COM, NATUNA – Grab yang baru saja mencaplok Uber tengah jadi perbincangan hangat. Aksi korporasi itu pun turut ditanggapi santai oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tanpa ekspresi terkejut.

Di sela kunjungan kerjanya di Kepulauan Anambas dan Natuna, menteri mengatakan bahwa apa yang dilakukan Grab merupakan hal yang lumrah dalam suatu industri.

“Itu mekanisme di pasar. Saya sih dukung-dukung saja, biarpun bisnis yang demikian perlu skala ekonomi,” ucap Rudiantara, Senin (26/3/2018).

Lebih lanjut Menkominfo mengatakan, merger akuisisi Grab terhadap Uber ini tidak mencaplok keseluruhan secara global, hanya pada unit bisnis di Asia Tenggara saja.

Baca juga:Tahun 2017 Netizen Indonesia Ternyata Banyak yang Ingin Jadi Selebgram, YouTuber, dan Blogger

“Kalau saya lihatnya positif saja,” ungkap menteri yang akrab disapa Chief RA ini.

Diberitakan sebelumnya, kabar mengenai akuisisi unit bisnis Uber di Asia Tenggara akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Grab. Berdasarkan rilis yang diterbitkan melalui situs resminya, ini merupakan akuisisi terbesar antara perusahaan berbasis internet di Asia Tenggara.

Melalui penggabungan bisnis keduanya, pihak Grab mengaku akan mengintegrasikan layanan pesan kendaraan dan makanan milik Uber di kawasan Asia Tenggara dengan platform yang sudah mereka miliki.

Nantinya, pihak Uber akan memiliki 27,5% saham di Grab. Selain itu, Dara Khosrowshahi selaku CEO perusahaan asal Amerika Serikat tersebut akan bergabung dengan dewan direksi Grab.

“Akuisisi yang diumumkan hari ini menjadi tonggak dari dimulainya era baru. Penggabungan bisnis ini melahirkan pemimpin dalam platform dan efisiensi biaya di kawasan Asia Tenggara,” ujar Anthony Tan, Group CEO and Co-founder Grab.

Baca juga: Daftar Ulang Sim Card Dikaitkan dengan Pilpres, Hoax?

Ke depannya, pihak Grab akan segera melakukan migrasi mitra pengemudi, merchant, hingga pelanggan dari layanan berbagi tumpangan dan pemesanan milik Uber ke dalam platform milik mereka. Hal ini diakui oleh perusahaan asal Singapura tersebut untuk meminimalisir disrupsi.

Terkait dengan migrasi ini, dalam dua minggu ke depan aplikasi Uber akan tetap beroperasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas para mitra Uber dalam memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran sebagai mitra Grab.

Selain itu, UberEats akan tetap beroperasi hingga akhir Mei nanti, sebelum layanan pengantaran dan restoran milik Uber tersebut pindah ke platform GrabFood.

Baca juga: Astra International Suntik Dana ke GO-JEK 2 Triliun, Inikah Alasannya?

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!