Daerah

Tak Mampu Bayar RS di Malaysia, Bayi Asal Aceh ini Tidak Dapat Bermanja Dengan Ibunya

Tak Mampu Bayar RS di Malaysia Bayi Asal Aceh ini Tidak Dapat Bermanja Dengan Ibunya

SELIDIKI.COM, SELANGOR –  Bayi yang tak berdosa in tidak bisa bertemu dengan orang tuanya. Pasalnya Khaidir dan Nuraini warga seuneuboek dalam Aceh timur yang menjadi orang tua bayi malang tersebut tidak mampu membayar biaya persalinan di Rumah Sakit (Hospital ) Serdang Malaysia.

Khaidir dan Nuraini adalah sama-sama TKI yang lebih kurang sudah 4 tahun berada di Malaysia dan dengan bekerja serabutan di sana juga tidak punya pendapatan yang tetap.

Nuraini masuk ke rumah sakit pada tanggal 02 Februari 2018 bayi tersebut sampai saat ini pada tanggal 23/03/­2018 sudah terutang dengan pihak Rumah sakit sebesar 18.000 RM atau sebanding dengan lebih kurang Rp.61.000.000 dan makin hari biaya tanggungan rumah sakit terus bertambah.

Menurut keterangan Abu saba, Ketua Grup Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) di Malaysia mengatakan setelah 4 hari masa persalinan Dokter telah membolehkan pulang dengan biaya persalinan dan biaya Rumah Sakit itu hanya 4300 RM atau sekitar Rp12.500.000.

Baca juga: Masalah Bioskop di Aceh, Haji Uma: Tanyakan ke Ulama Aceh

Namun Khaidir tidak punya uang pada saat itu dia hanya memiliki 2000 RM. Dokter lalu mengatakan sementara bawa pulang ibunya dan anaknya biar tinggal di rumah sakit untuk dijadikan jaminan.

“Setelah mendapatkan anggaran Anda balik kembali dan usahakan secepatnya karena biaya rawat bayi semakin hari semakin bertambah”, kata dokter yang menangani persalinan ibu bayi tersebut.

Selang sepuluh hari kemudian begitu di telepon pihak rumah sakit oleh Khaidir ternyata biayanya sudah 12.000 RM.

Khaidir pun menjadi semakin bingung dan panik sambil terus mencari pinjaman yang tak kunjung dapat.

“Akhirnya kemarin sempat datang lagi bersama sama ayah dan ibu bayi beserta Muhammad Ansari sekalian 2 orang warga negara malaysia. Mereka datang ke rumah sakit ternyata biaya sudah mencapai 18.000 RM atau sebanding 61 juta rupiah dan kedua orang tua bayi pun hanya bisa pasrah”, pungkas Haji Uma kepada Selidiki.com, Jum’at (23/03/2018).

Baca juga: Haji Uma Sambut Jenazah Zulfadli di Kualanamu dan Ikut Pemulangan ke Aceh Utara

Menurut Abu Saba dana sebanyak itu kalau pun kita galang sumbangan suka rela di sini itu pun jauh dari cukup.

Haji uma dalam hal ini juga mengatakan dirinya sudah berdiskusi dengan Kepala Dinas Sosial Propinsi Aceh, Alhudri untuk mencari jalan keluar.

Namun Alhudri juga masih bingung bagaimana klausul pemanfaatan anggaran.

“Sampai saat ini saya juga masih menjalin kontak dengan siapa pun untuk sama-sama memecahkan persoalan ini termasuk dengan BP3TKI. Rentu kalau sama-sama kita memberikan perhatian masalah akan ringan dan selesai”, ujar Haji Uma .

Dengan kejadian seperti ini Haji uma menghimbau dan berharap kepada para warga TKI kita yang ada di luar negeri hendaknya kalau mau melahirkan dan sakit sebisanya diupayakan agar bisa berobat di daerah asal. agar memudahkan dalam pengurusan dan anggaran yang tentu sudah ditanggung BPJS.

Baca juga: Sebulan Merantau ke Malaysia, Warga Abdya Dilaporkan Menghilang

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!