Internasional

Perempuan Ini Lahir Tanpa Vagina dan Rahim, Tapi Akhirnya Ini yang Terjadi

SELIDIKI.COM, BALLYMONEY – Seorang perempuan menceritakan kisah memilukan, pasalnya dia dilahirkan tanpa vagina, leher rahim, dan rahim.

Dia bernama Rebekah Knight (25) dari Ballymoney, Irlandia Utara, yang awalnya mengira akan memulai pubertasnya di awal remaja seperti teman-temannya.

Tapi ketika dia berumur 17 tahun, dia mulai khawatir ada yang salah dengannya.

Akhirnya Rebekah memutuskan untuk menjalani berbagai seri pemeriksaan medis. Dokter kemudian mengatakan bahwa dia memiliki kondisi langka yang disebut sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH), yang berarti dia dilahirkan tanpa vagina, leher rahim, dan rahim.

“Seperti yang Anda bayangkan, saya sangat sedih dan kaget. Saya tidak percaya ini terjadi pada saya. Kemudian, pada 2013, saya menjalani operasi vagina untuk membuat tubuh saya bekerja secara normal,” kata Knight, dikutip oleh Daily Mail, Jumat (23/3/2018).

Baca juga: Bongkar “Pajoh Apam” PSK Online Jilid 2 di Aceh, Polisi Amankan Germo dan 7 Wanita

Setelah diagnosisnya, Knight juga diberitahu bahwa dia hanya memiliki satu ginjal dan akan membutuhkan operasi untuk merekonstruksi vaginanya karena itu sangat kecil.

Jadi, pada musim panas 2013, Knight menjalani dua prosedur operasi di rumah sakit Royal Victoria.

Pertama, ahli bedah meregangkan jaringan di luar vagina sebelum menggunakan jaringan itu untuk merekonstruksi area tersebut, memperluas pembukaan yang sebelumnya kecil menjadi ukuran normal.

Meskipun dia sembuh dengan baik dan untungnya tidak mengalami infeksi apa pun, Knight harus menghabiskan 12 hari di tempat tidur rumah sakit dan akhirnya dinyatakan sembuh.

Dia juga menghabiskan satu bulan menjalani fisioterapi yang sulit untuk memungkinkan dia berjalan lagi.

Perlu diketahui bahwa MRKH adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak adanya vagina, rahim dan leher rahim.

Wanita yang menderita kondisi ini biasanya akan mengalami tanda-tanda pubertas yang normal, tetapi tidak akan memiliki periode menstruasi atau bisa menjadi hamil.

Gangguan ini mempengaruhi satu dari 5.000 kelahiran perempuan, menurut sebuah artikel 1985 di Journal of Reproductive Medicine.

Baca juga: Selidiki Sosok Gao Qian, Wanita dengan Bokong Paling Indah di China

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!