Aceh

Masalah Bioskop di Aceh, Haji Uma: Tanyakan ke Ulama Aceh

Masalah Bioskop di Aceh, Haji Uma: Tanyakan ke Ulama Aceh

SELIDIKI.COM, BANDA ACEH – H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma Anggota DPD RI asal Aceh ikut menanggapi rencana hadirnya kembali bioskop di Aceh.

Menurut Haji Uma rencana ini harus berdasarkan Rekomendasi Ulama Aceh, dalam hal ini diwakili oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan para Ulama Dayah.

“Jika keputusan ulama membolehkan maka silahkan saja, namun sebaliknya jika ulama melarang maka harus ditolak, karena fatwa ulama lebih kuat untuk dijadikan pondasi dalam menjalankan rencana ini” Jelas Haji Uma

Pada tahun 2015 Haji Uma pernah melakukan pengkajian dan dialog dengan masyarakat terhadap rencana hadirnya kembali bioskop di Aceh. Namun hasilnya penolakan lebih banyak daripada yang setuju.

Baca juga: Haji Uma Sambut Jenazah Zulfadli di Kualanamu dan Ikut Pemulangan ke Aceh Utara

Jika nanti rencana hadirnya kembali bioskop di Aceh terealisasi maka saya secara pribadi mengusulkan, karena bioskop lebih bersifat komersil maka harus diadakan di ruangan dengan penerangan lampu yang cukup, seperti di Acc Dayan Dawod sekarang dan pada siang hari karena ide pemisahan laki-laki dengan perempuan dalam satu ruangan yang gelap dinilai tidak akan menjamin pelanggaran syariat Islam tidak terjadi.

Kecuali pemisahan ruang nonton antara laki-laki dengan perempuan itupun harus adanya pengawasan dari pihak terkait.

Contohkan saja pada acara dakwah islamiah dimana laki-laki dan perempuan dipisahkan tetapi tetap saja terjadi perbuatan yang melanggar syariat islam padahal jelas-jelas acara tersebut bersifat islami.

Baca juga: Haji Uma Prihatin dengan Kondisi Jalan Makam Cut Mutia Hingga Bantu Gotong-Royong Bersama

Selain itu Haji Uma juga mengusulkan film yang akan ditayangkan nantinya harus terlebih dahulu disensor oleh badan yang dibentuk Pemerintah Aceh dengan tidak terlepas dari kekhususan Aceh akan syariat Islam.

“Memang jika dilihat dari segi manfaatnya cukup bagus, terutama bagi industri perfilman Aceh juga akan lebih hidup, kemudian untuk iklan layanan masyarakat, Namun tidak boleh juga mengabaikan pelanggaran-pelanggaran syariat islam yang akan terjadi”, tutup Haji Uma.

Baca Berita Lainnya : Sebulan Merantau ke Malaysia, Warga Abdya Dilaporkan Menghilang

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!