Bisnis

Setelah Facebook, Sekarang Giliran Google Larang Iklan Bitcoin

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Khawatir dengan kegamangan masa depan cryptocurrency (uang digital), Google memutuskan untuk mencekal iklan uang digital di platform-nya. Sebelumnya, Facebook juga sempat melakukan langkah serupa.

Dikutip dari Tech Crunch, Jumat (16/3/2018), raksasa teknologi asal Negeri Paman Sam tersebut turut melakukan pencekalan terhadap iklan-iklan opsi biner atau produk sejenisnya, dan juga mata uang digital serta konten-konten yang masih berkaitan dengan itu, seperti initial coin offerings dan dompet cryptocurrency mulai dari Bitcoin dan kawan-kawannya.

“Kami tidak memiliki ‘bola kristal’ (bisa meramal) untuk mengetahui masa depan dari uang digital,” kata Scott Spencer, eksekutif iklan Google, kepada CNBC.

Baca juga: Bitcoin Penuh Kontroversi, Pemerintah Inggris Serukan Adanya Regulasi Global untuk Mata Uang Ini

Karenanya, Google menilai sudah cukup banyak bahaya yang terjadi dan dialami konsumen karena tergiur uang digital.

“Kami sudah cukup melihat kerugian konsumen atau potensi kerugian konsume. Oleh sebab itu, kami berikan peringatan ekstrim pada area ini,” lanjut Spencer.

Peraturan ini akan diterapkan pada Juni 2018. Meskipun begitu, tanda-tanda melemahnya mata uang digital sudah lebih dulu diperlihatkan Bitcoin yang harganya mulai menurun di bawah US$ 9.000 (Rp 123 jutaan).

Padahal, harga Bitcoin sempat ada di angka US$ 20.000 (Rp 268 jutaan) pada Desember 2017.

Fluktuasi nilai yang sama juga terjadi ketika Facebook melarang iklan uang digital yang mengakibatkan harga Bitcoin jatuh sebanyak 12 persen.

Baca juga: Selidiki Mengapa Penemu Bitcoin Ini Bisa Dituntut Rp 140 Triliun

—-Liputan6—-

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!