News

Pengamat Politik Nilai Prabowo Lebih Berpotensi Pilih AHY Ketimbang Anies

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi menyebut, jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju di Pilpres 2019, maka harus memilih sosok cawapres yang punya potensi untuk diolah demi mendulang suara, khususnya suara dari kalangan pemilih milenial.

“Memang dia (Prabowo) butuh orang yang benar-benar baru. Jadi dia butuh orang yang betul-betul fresh yang bisa mendapatkan potensi elektoral lebih baik,” kata Muradi kepada NNC, Selasa (13/3/2018).

“Karena pemilih sekarang hampir 80 juta pemilih dibawah 30 tahun, nah itu agak rumit kalau gak bisa kondisikan dan mendapat wakil yang normatif saja,” ucap dia.

Baca juga: Demokrat Jakarta Sebut Jokowi – AHY Pasangan Jaman Now

Sebagai contoh sosok cawapres yang potensial mendampingi Prabowo, Muradi menyebut nama Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Yang dianggap potensial ya AHY, kemudian misalnya Pak Anies, kalau memungkinkan. Atau nama-nama lain yang bisa diolah menjadi calon wakil presiden yang bisa dampingi Pak Prabowo, kalau gak ada, ya saya kira dia (Prabowo) akan jenuh,” paparnya.

Meski Anies memiliki potensi, namun Muradi menyebut jika ia belum memiliki prestasi yang mentereng sebagai orang nomor satu di ibukota untuk dijual di Pilpres 2019. Begitupun waktu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Misalnya Anies bisa jadi magnet di Jakarta, mungkin saja bisa di dorong. Tapi kalau Jakarta-nya begitu, Pak Anies juga mungkin gak akan mendapatkan suara lebih baik. Anies kan sudah problem di Jakarta, kemudian problem waktu menjadi menteri,” ujarnya.

Karenanya Muradi menilai, sosok AHY lebih berpeluang mendongkrak suara Prabowo dibanding Anies. Alasannya, AHY sebagai kader Demokrat tentu punya basis massa, kemudian AHY juga dapat menarik suara pemilih milenial.

“AHY muda, dia bisa menjangkau pemilih yang gak bisa dijangkau oleh Pak Prabowo. Pemilih yang dibawa 30 tahun itu. Karakter Pak Prabowo kan gak bisa diterima oleh teman-teman milenial,” jelas Muradi.

“Kan contohnya kayak Pak Jokowi (Presiden) suka musik, film, main tinju-tinjuan, adu panco, itu kan bisa diterima oleh teman-teman milenial. Kalau Pak Prabowo kayak raja gitu, ya sulit diterima teman-teman milenial,” tandasnya.

Baca juga: Gerindra Pertimbangkan Potensi Masuknya Anies dan Gatot sebagai Cawapres Prabowo

Sharing is caring!
  • 14
    Shares
  • 14
    Shares
To Top
error: Content is protected !!