Bisnis

Selidiki Mengapa Shopee Baru Sekarang ‘Bakar-bakar Uang’, Inilah Alasannya

Thinkstock/Creativa Images

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Dua tahun sudah Shopee beroperasi di Indonesia, namun baru sekarang terlihat mereka giat beriklan atau promosi. Strategi ini cukup terlihat beda dengan e-commerce lainnya.

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa e-commerce memang suka ‘bakar-bakar uang’ untuk kenalkan produknya ke target penggunanya. Hal itu biasanya terjadi ketika tahap awal munculnya perusahaan.

Pemerhati e-commerce, Kun Arief Cahyantoro, melihat langkah yang diambil Shopee memang agak berbeda. Berdasarkan pengalaman, Kun memperkirakan promosi besar-besaran Shopee terjadi karena ada dukungan dana dari investor baru.

Baca juga: Produk Indonesia Siap Dijual di Platform e-Commerce Terkenal AS

“Saya punya adik kelas namanya Zaky, pemilik Bukalapak. Dulu pertama kali buat (Bukalapak), servernya di kampus karena belum ada investor. Ketika sudah ada investor, waah..,” kata Kun usai menjadi pembicara dalam acara Shopee di JSC Hive, Jakarta, Jumat (9/3).

Selama dua tahun sejak mulai beroperasi, Kun menyadari Shopee sedang menyiapkan portofolio. Ketika portofolio yang mereka miliki cemerlang, kucuran dana dari investor untuk kegiatan promosi jadi lebih mudah.

Shopee Ungkap Alasan Telat ‘Bakar Uang’Shopee gencar melakukan iklan dan promo usai menerima investasi tambahan.

Rezky Yanuar, Brand Manager Shopee, mengaku pihaknya kian gencar melakukan promosi ketika persiapan sudah matang. Ia berkata selama dua tahun ke belakang Shopee fokus membuat aplikasi mobile seramah mungkin dipakai. Di samping itu, mereka juga bertekad memperluas akses masyarakat ke luar Jawa.

“Itu semua kita siapkan, makanya kita bikin gratis ongkir sampai sekarang,” ucap Rezky.

Baca juga: 5 Bisnis Rumahan Modal Kecil Untung Besar Cocok Untuk Ibu Muda

Terkait keberadaan investor baru, Rezky juga tak mengelak. Keberadaan baru itu dinilai membuatnya lebih mudah merebut pasar.

Shopee yang dari awal berfokus di aplikasi mobile, kini sudah diunduh lebih dari 40 juta kali. Pada tahun lalu, angka unduhan itu masih 25 juta kali. Rezky mengklaim proses branding yang lebih sederhana mendongkrak popularitas aplikasi Shopee.

–(sumber: CNN Indonesia)–

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!