Sains

Mengapa Manusia Pejamkan Mata ketika Bersin?

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Sering kita melihat orang-orang bersin langsung memejamkan mata. Beberapa orang yang bersin malah meneteskan mata air.

Dr. David Huston, Dosen ahli di Texas A & M College of Medicine, Houston mengatakan, penyebab manusia menutup matanya ketika bersin iaitu untuk menghalang partikel yang dikeluarkan oleh hidung memasuki mata mereka.

“Dengan menutup kelopak mata saat bersin, maka itu dapat mencegah iritasi untuk masuk dan mengganggu mata,” ujar Huston.

Walaupun begitu, manusia boleh membuka matanya ketika bersin. Tidak perlu khawatir bola mata Anda akan keluar seperti sebuah kisah yang tidak dapat dijelaskan dalam sains.

Baca juga: Ternyata Penyakit Diabetes Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Penderitanya

“Tiada bukti yang membenarkan tuntutan itu. Tekanan yang dihasilkan dari bersin tidak mungkin menyebabkan bola mata keluar bahkan jika anda membuka mata, “jelas Huston.

Tekanan yang meningkat dari bersin yang keras boleh terbentuk di dalam darah, bukan di mata atau di otot yang mengelilinginya. Tekanan vaskular yang meningkat ini boleh menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) pecah.

“Contohnya, selama proses peralinan, ketegangan yang berlebihan bisa menyebabkan beberapa pembuluh mengalami pendarahan sehingga mata atau wajah seorang ibu tampak merah atau bam. Namun, sangatlah tidak bertanggung jawab untuk mengklaim bahwa tekanan semacam itu bisa melepaskan bola mata dari rongganya, “jelas Huston. Demikian dilansir dari Live Science.

Baca juga: Zaskia Gotik Ungkap Rahasia Hidup Sehatnya, Beginilah Caranya

Perlu diketahui yang bahwa bersin ini adalah refleks sternutasi, melindungi jalur hidung manusia dari partikel asing dengan memaksa angin meluncur kencang dengan kecepatan 10 mph, dari paru-paru.

Sebeelumnya, kecepatan bersin tercatat mencapai 100 mph, tetapi sebuah penelitian pada tahun 2013 yang diterbitkan di jurnal Plus One mendapati bahwa enam orang sukarelawan memiliki kecepatan bersin 4,5 meter per detik atau 10 mph.

Walaupun begitu, bersin tidak hanya sekadar mengeluarkan udara dan partikel asing. Saat terangsang, pusat bersin otak memerintahkan kontraksi otot dari esofagus ke sfingter, termasuk otot yang mengendalikan kelopak mata.

Baca juga: Tips Hidup Sehat, Bugar, dan Gembira Bagi Pria

Sharing is caring!
  • 6
    Shares
  • 6
    Shares
To Top
error: Content is protected !!