Sains

BMKG Ungkap Potensi Gempa Megathrust Masih dalam Studi

Gempa Pulau Jawa 2017

SELIDIKI.COM, JAKARTA  – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan potensi Gempa Bumi Megathrust dengan skala 8,7 Skala Richter (SR) masih dalam penelitian.

Dwikorita menjelaskan bahwa Gempa Megathrust dipicu oleh lempeng tektonik di Samudera Hindia. Gempa ini bisa menyebabkan pelat melengkung, mendorong pelat di atasnya sehingga menimbulkan dorong (fault).

“Kesalahan ini kemudian melepaskan energi dan menjadi gempa. Tapi Gempa Megathrust masih dalam proses belajar,” kata Dwikorita saat Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Tanggap Bencana: Kerja dan Antisipasi” di Aula Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (3/5/2018).

Dwikorita lebih lanjut mengatakan bahwa ada pihak yang percaya ramalan ini akan terjadi, namun potensinya dikatakan kecil. Dengan demikian, Gempa Megathrust masih dalam proses penelitian dan belum menghasilkan kesimpulan apapun.

Baca juga: Gempa 7,2 SR Guncang Bagian Selatan dan Tengah Meksiko

“Tapi diharapkan pemerintah daerah tetap melakukan mitigasi, meski kemungkinan kejadian Gempa Megathrust tidak dapat disimpulkan terjadi. Bukti dan data yang tidak cukup untuk menyatakan Gempa Megathrust akan terjadi,” tegas Dwikorita.

Sebelumnya BMKG menjelaskan ada zona tumbukan antara Pelat Indo-Australia dan Eurasia, yang dip di bawah Pulau Jawa disebut zona megathrust. Menurut analisis ahli gempa, proses subduksi lempeng masih terjadi dengan laju 60-70 mm per tahun.

Keadaan ini bisa mengakibatkan Gempa Megathrust dengan kekuatan maksimal yang diperkirakan mencapai 8,7 Skala Richter.

Selain itu, Ikatan Alumni Akademi Meteorologi dan Geofisika (IKAMEGA) memprakarsai diskusi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi gempa.

Diskusi dirancang untuk kalangan terbatas, antara pakar dan pemegang polis, untuk mendiskusikan masalah sensitif namun mendesak untuk segera ditindaklanjuti. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab para ahli dalam menyediakan layanan keselamatan umum di daerah rawan gempa.

Baca juga: Gempa Bumi Taiwan: Empat Tewas, 85 Hilang

Sharing is caring!
  • 6
    Shares
  • 6
    Shares
To Top
error: Content is protected !!