Aceh

Jika Orang Baik Tidak Berpolitik Maka Penghianatlah Yang AKan Memimpin

muzakir Jika Orang Baik Tidak Berpolitik Maka Penghianatlah Yang AKan Memimpin

SELIDIKI.COM, LHOKSEUMAWE – Dalam kehidupan ini kita sebagai manusia tidak akan pernah terlepas dari persoalan politik.

Senada dengan yang dikatakan Aristoteles bahwa manusia adalah political animal, homo politicus, makhluk yang haus akan kekuasaan.

Akar kata dari politik sendiri tidak jauh dari persoalan kekuasaan dan kebijakan.

Oleh karena itu, dari semua definisi politik yang ada, tampaknya yang kalimat reprentatif yang mampu merangkum pengertian politik adalah alat untuk mencapai kekuasaan.

Masalahnya di Aceh sekarang adalah dengan segala bentuk janji manis dan harapan, tingkat kepercayaan rakyat sangat rendah terhadap politikus, dan politik menjadi “barang haram” yang najis ketika disentuh.

Padahal apatisme rakyat terhadap politik bisa menjadi boomerang karena hampir semua kebijakan dan kepentingan Rakyat diambil melalui jalur politik.

Masayarakat Aceh harus pandai dalam memilih dan menimbang mana yang bisa dipercaya untuk memimpin Aceh di 2019 mendatang. Pungkas Muzakir

Baca Juga : Bandara Malikussaleh Harus Segera Diperluas

Kita berharap masyarakat Nisam Antara sudah bisa melihat mana pemimpin yang benar-benar akan memperjuangkan nasib Rakyat jika dia menjadi pemimpin.

Jangan mudah percaya sama pemimpin yang suka menjual obat kurap padahal dirinya saja penuh kurap.

“kita butuh bukti bukan janji kita harus siap melawan jika ada pemimpin yang katanya merakyat, tapi setelah dia menang malah menjadi keparat yang tidak bisa bertanggung jawab,” ujar Muzakir A Jalil Kepada Tim Penyelidik Selidiki.com, Kamis (1/3/2018).

“Jika orang baik hanya diam saja maka ini akan menjadi makanan empuk bagi penjahat dan penjilat yang akan menghancurkan negeri ini. Mestinya orang baik harus ikut turun tangan, atau terjun langsung ke dunia praktis sekalian”, begitu kata Muzakir A Jalil.

Baca Juga : Perakit Helikopter Aceh Kirim Surat Terbuka Untuk Irwandi Yusuf

Lebih lanjut Muzakir A Jalil menyampaikan kalau kita ingin perubahan jangan lagi menggadaikan masa depan bangsa hanya karena money politic, yang tak seberapa jumlahnya tapi luar biasa dosanya dan akibatnya.

Sangat penting sekali peran orang-orang baik yang mempunyai niat ikhlas dan tulus untuk membangun negeri, bukan merajakan diri.

Permasalahannya di Aceh sekarang adalah mereka yang ‘baik’ akan terasingkan, karena keminoritasannya. Wajar jika akhirnya tertendang keluar lantaran dikeroyok para mafia dan preman politik. Sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalib, “Kejahatan yang terstruktur akan mengalahkan kebenaran yang ‘compang-camping’”.

“Sudah saatnya masyarakat Aceh membuka mata untuk memilih pemimpin yang baik, jangan anda dukung si penyakit karena jika sakit biaya pengobatan pasti mahal. Untuk bangkit segelintir orang ‘baik’ saja tidak akan cukup melawan para preman politik. Pilihlah pemimpin yang baik dan bertanggung jawab untuk menjalankan amanah rakyat”, tutup Muzakir.

Baca juga: Ibnu Basir : Berpolitiklah Dengan Bersih dan Jujur

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!