Bisnis

Hadirkan Game Tembak-Menembak Virtual Reality, Facebook Ungkap Penyesalannya

Facebook Game Shooting Virtual Reality

SELIDIKI.COM – Facebook ungkap rasa menyesalnya begitu mendalam setelah mempromosikan permainan tembak-menembak virtual reality di jambore politik konservatif AS.

Dalam game virtual reality, pemain bisa menembak senjata virtual ke musuh di stasiun kereta api umum.

“Kami menyesal telah gagal melakukannya,” kata kepala perusahaan VR, Hugo Barra kepada BBC.

Kegagalannya adalah untuk menunjukkan kepedulian dan pemikiran bagi korban penembakan sekolah baru-baru ini di Florida.

Seperti diketahui, jambore politik konservatif didominasi oleh diskusi tentang pengendalian senjata menyusul penembakan mematikan di sekolah di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang.

Baca juga: Selidiki Sosok Mark Zuckerberg Sang Pencipta Facebook

Salah satu stand show Facebook di jambore menampilkan stasiun demonstrasi untuk Oculus Rift, produk virtual reality-nya. Satu permainan yang dimainkan oleh delegasi adalah Bullet Train, yang pertama kali diresmikan pada tahun 2015.

Rekaman permainan yang sedang dimainkan di acara tersebut diposkan ke Twitter oleh Sean Morrow, seorang wartawan di Now This News.

Sebagai tanggapan, Kepala VR di Facebook menambahkan: “Ada serangkaian pengalaman standar yang termasuk dalam demo Oculus yang kami tampilkan di acara publik.

“Beberapa permainan aksi mungkin termasuk kekerasan. Mengingat kejadian baru-baru ini di Florida dan untuk menghormati korban dan keluarga mereka, kami telah menghapus (kekerasan) dari demo ini.”

Baca juga: Viral Cowok Asal Probolinggo Nekat Sebar Foto B*gil Bersama Pacarnya di Facebook

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!