Kriminalitas

3 Ton Sabu-Sabu Diamankan, Bambang Soesatyo Ungkap Rahasia dari Intelijen Cina: Masih Ada 600 Ton

Bambang Soesatyo Selidiki Sabu-sabu 3 ton intelijen cina

SELIDIKI.COM, BATAM – Penemuan tiga ton sabu-sabu dalam kapal di perairan Kepulauan Riau (Kepri), membuat publik geger.

Pasalnya, narkoba ini ditemukan dalam jumlah yang sangat besar. Narkoba ini diselundupkan dalam kapal pengangkut ikan Myanmar.

Kapal tersebut diketahui menggunakan bendera Taiwan.

Untungnya, tim Bea Cukai segera bertindak sehingga rencana para awak kapal untuk mengedarkan narkoba ke tanah air gagal.

Keberhasilan tim Bea Cukai Kepulauan Riau pun diapresiasi Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

Seperti dilansir Selidiki dari Tribunnews, Bambang memberikan apresiasi tinggi terhadap usaha yang dilakukan tim Bea Cukai Kepri.

Selain mengucapkan rasa syukur, Bambang pun menunjukan kemarahannya.

Baca juga: Lagi-lagi Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba WN Asing, Kali Ini Warga Nepal Ini Sasarannya

Ia mengaku geram atas kabar pengedaran narkoba dalam jumlah besar di tanah air.

“Saya sangat geram mendengar kabar bahwa masih ada sindikat bandar Narkoba yang coba menyelundupkan sabu ke negara kita, bahkan hingga sebanyak 3 ton. Ini sudah sangat keterlaluan dan mengkhawatirkan,” ujar pria yang kerap disebut Bamsoet ini, Sabtu (23/2/2018).

Bambang pun meminta secara tegas kepada Kapolri agar kasus pengedaran narkoba ini diusut secara tuntas.

“Tak hanya awak kapal, bandar harus diusut tuntas. Tak peduli bandar sindikat lokal ataupun internasional, kita akan sikat semua,” tegas Bambang.

Ia pun membenarkan fakta yang dibeberkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso, terkait bocoran informasi dari intelejen Cina.

Kepada BNN, Intelejen Cina mewanti-wanti ada 5 ton sabu-sabu menuju perairan Indonesia. Sabu-sabu tersebut senilai Rp 10 triliun.

Baca juga: Setelah Fachri Albar Kini Roro Fitria yang Terjerat Kasus Narkoba di Hari Valentine, Kok Bisa ya?

Terbukti, 1 ton sudah diamankan pada penangkapan pertama.

Kemudian, 1,6 ton sudah diamankan pula pada penangkapan kedua.

Kemarin, Jumat (23/2/2018), diamankan lagi sebanyak 3 ton.

Ketiganya ditemukan di wilayah yang sama, yakni di Batam, Kepri.

Selain itu, bocoran informasi lainnya, diduga masih ada 600 ton bahan baku sabu berkualitas tinggi yang akan diedarkan sindikat narkoba.

“Pantauan terakhir ada di sekitar perairan Timor Leste yang kemudian hilang dari pantauan satelit.” jelas Bambang.

Kondisi ini semakin buruk sehingga Bambang mengingatkan jangan dulu merasa puas.

Menurutnya, TNI, Polri, BNN, dan Bea Cukai harus tetap waspada.

Ia menegaskan, yang lolos jangan sampai besar jumlah dibandingkan yang ditangkap.

Bambang pun menunjukan perasaannya. Ia merasa bangga sekaligus sedih.

Baca juga: Polisi Jakarta Selatan Tandatangani MoU Terkait Narkoba dengan Para Artis

“Disatu sisi, saya bangga karena ini menunjukan prestasi cemerlang bagi aparat hukum kita. Disisi lain, saya sedih karena ini menunjukan negara kita seperti menjadi surga bagi peredaran Narkoba,” ucap Bamsoet.

Namun, tak bisa dipungkiri, Bambang merasa pencapaian aparat hukum menjadi sebuah kebanggan dan kehormatan.

Hal ini disebabkan, perairan Indonesia terdiri dari garis pantai yang luas. Bukan hal mudah, untuk mengawasi setiap kapal asing masuk ke wilayah Indonesia.

“Tetapi para aparat hukum kita justru semakin menunjukan tajinya. Satu persatu kapal asing yang membawa Narkoba berhasil disingkirkan. Saya menaruh kebanggaan dan kehormatan atas kerja keras mereka,” sambung Bambang.

Bambang pun mengajak semua pihak turut berjihad memberantas peredaran Narkoba di tanah air.

“Tidak ada langkah lain, selain kita harus jihad melawan Narkoba. Kita harus mampu membangun kesadaran bersama, bahwa memakai Narkoba sama saja dengan merusak diri sendiri, keluarga dan bangsa. Kalau kesadaran kolektif sudah terbangun, dalam waktu dekat Narkoba tidak akan laku di pasaran Indonesia,” kata Bamsoet, seperti dilansir Tribunnews.

Baca juga: Rizal Djibran Diringkus Polisi Gara-gara Narkoba

Sharing is caring!
  • 18
    Shares
  • 18
    Shares
To Top
error: Content is protected !!