Penemuan

Ilmuwan Ciptakan Replika Mona Lisa Sekecil Bakteri E-Coli

SELIDIKI.COM – Replika lukisan Mona Lisa yang terkenal sekarang tersedia dalam skala mikroskopis. Para ilmuwan telah menciptakan replika Mona Lisa terkecil di dunia dari karya Leonardo da Vinci, berukuran 0,5 mikrometer persegi, atau ukuran bakteri Escherichia coli atau e-coli.

Ilmuwan menggunakan proses yang disebut DNA origami, yang memanipulasi gen kode genetik untuk dilipat dan dirangkai menjadi bentuk yang diinginkan.

DNA mungkin paling dikenal untuk mengkodekan informasi genetik makhluk hidup, molekul juga merupakan ruang bangun kimia yang sangat baik.

Tim Caltech telah mengembangkan perangkat lunak yang bisa memotret, seperti Mona Lisa, membaginya menjadi beberapa bagian persegi panjang yang lebih kecil dan menentukan urutan DNA yang dibutuhkan untuk membuat kotak.

Baca juga: Buku Harian Ini Ungkap Siapa yang Membangun Piramida Agung Mesir Kuno

Selanjutnya, tantangan mereka adalah membuat bagian tersebut dirakit menjadi suprastruktur yang menciptakan kembali citra akhir.

Kunci untuk melakukan ini adalah mengumpulkan pecahan secara bertahap, seperti merakit area kecil dari sebuah puzzle.

Replika Monalisa

sumber: dailymail.co.uk

Para ilmuwan kemudian menggabungkan potongannya bersama-sama, untuk menciptakan area yang lebih luas, sebelum akhirnya menyatukannya.

Grigory Tikhomirov, seorang sarjana postdoctoral senior dan juga penulis utama studi baru ini, mengatakan bahwa mereka dapat membuat setiap plot dengan bahan pokok yang unik sehingga hanya bisa mengikat plot tertentu dan menggabungkan dirinya ke posisi yang unik di suprastruktur.

“Tapi kemudian kita harus memiliki ratusan tepian yang unik, yang tidak hanya sangat sulit didesain tapi juga sangat mahal untuk disintesis. Kami hanya ingin menggunakan sedikit bahan pokok yang berbeda namun tetap mendapatkan semua plot di tempat yang tepat,” katanya seperti dikutip dari Daily Mail.

Baca juga: Polisi Tangkap Guru SMA karena Sebarkan Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

Untuk membuat sekotak DNA origami, tim tersebut memerlukan satu untai DNA panjang dan banyak untaian pendek pendek, yang disebut staples.

Ini dirancang untuk mengikat beberapa tempat yang ditunjuk pada untai panjang.

Ketika staples pendek dan untaian panjang digabungkan dalam tabung reaksi, area tangkapan menarik dari untai panjang bersama-sama, menyebabkannya melipat ke bentuk yang diinginkan.

Kanvas DNA besar dikumpulkan dari banyak plot origami persegi yang lebih kecil.

Molekul dapat secara selektif menempel pada staples untuk menciptakan pola yang terangkat yang dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop kekuatan atom.

Baca juga: Nikita Mirzani Punya Mimpi Umrah Bareng Suami

—-

Sharing is caring!
  • 7
    Shares
  • 7
    Shares
To Top
error: Content is protected !!