Nasional

Polisi Tangkap Guru SMA karena Sebarkan Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Seorang guru SMA di Banten berinisial RPH (48) ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Selasa (20/2/2018) dini hari.

Ia diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong yang menyebut bahwa Partai Komunis Indonesia diberikan senjata dan akan menyerang ulama.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Fadil Imran mengatakan, motif pelaku menyebarkan konten tersebut untuk mengingatkan agar berhati-hati karena akan muncul serangan komunis.

Baca juga: Pak RT Akhirnya Ungkap Hubungan Suami Ovie Dengan Nila Terduga ‘Pelakor’

“RPH ditangkap terkait postingan pelaku pada akun Facebook miliknya yang bermuatan diskriminasi ras dan etnis dan atau ujaran kebencian dan permusuhan terhadap individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA,” ujar Fadil melalui keterangan tertulis, Rabu (21/1/2018).

Dalam laman Facebook atas nama RPH, pelaku membagikan link tulisan berjudul “15 Juta Anggota PKI Dipersenjatai Untuk Bantai Ulama”.

Dari tangan pelaku, polisi menyita dua ponsel beserta simcard. Disita pula akun Facebook dengan nama RPH.

Baca juga: Produk Indonesia Siap Dijual di Platform e-Commerce Terkenal AS

Atas perbuatan tersebut, pelaku dikenai Pasal 16 juncto Pasal 4 Huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang SARA dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

“Pesan kepada masyarakat, netizen diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” kata Fadil.

Baca juga: Selidiki Usaha Bisnis Bu Dendy yang Bisa Hujani Uang ke Pelakor

—Selidiki/Kompas—

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!