Aceh

Wakil Ketua DPRK Pijay Tanggapi Isu Pembangunan AKN oleh Yayasan Budha Tsu Chi

Peletakan Batu Pertama Kampus AKN Pidie Jaya Bantuan Yayasan Tsu Chi Budha

SELIDIKI.COM, PIDIE JAYA – Berkaitan dengan viralnya isu di media sosial menyangkut pembangunan kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Ulee Gle, Pidie Jaya, wakil ketua DPRK Pidie Jaya, Fakhruzzaman Hasballah memberi tanggapan dan penjelasan, agar publik jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan terutama di media sosial.

Hal itu dikatakan oleh Fakhruzzaman di rumahnya, di Ulee Gle, Bandar Dua, Pidie Jaya, Senin 12 Februari 2018, katanya isu yang beredar di media sosial bisa memojokkan umat islam, warga Pidie Jaya umumnya dan khususnya masyarakat kecamatan Bandar Dua, Ulee Gle.

Dimana ada pemberitaan bahwa Budha Tsu Chi membangun kampus Cina (Budha) di Pidie Jaya, efek dari pemberitaan tersebut masyarakat Pidie Jaya diserang dengan berbagai komentar.

Padahal sesungguhnya, sang penyebar berita tersebut tidak mempelajari secara detail tentang pembangunan kampus tersebut.

“Kampus AKN tersebut telah berjalan selama satu genersi (3 Tahun silam) dan beroperasi di SMK Jangka Buya, Pidie Jaya. Bahkan, Dua Tahun yang lalu pemerintah daerah telah memulai pembangunan kampus Baru di Ulee Gle, namun bangunan yang baru tahap pondasi tersebut, hancur dihantam gempa Pijay Desember 2016,” jelas Fakhruz panggilan akrab Fakhruzzaman Hasballah.

Lanjutnya, selama kurun waktu tersebut AKN Pijay ini, didalam beroperasi berada dibawah pundi pengawasan Universitas Padang, Sumatra Barat.

Baca juga: Pembangunan Kampus AKN Pidie Jaya Rp 450 Miliar, Yayasan Budha Tzu Chi Bantu Rp 20 Miliar

“Mengingat niat mahasiswa yang kian banyak untuk belajar di AKN tersebut, Pemerintah Pidie Jaya, lewat bupati H.Aiyub Abbas/Said Mulyadi mencari donator yang mau menyumbangkan material untuk pembangunan kampus ini. Berkat kegigihannya dalam berkomunikasi dengan dunia luar, bubati Aiyub menemukan donator, perkumpulan pengusaha Cina. Mereka siap membantu material kampus AKN tersebut dengan total bantuan Rp.46 milyar.” Jelas Fakhruz panjang lebar

Ia juga menjelaskan, Fungsi peserta donatur tersebut hanya terbatas pada bantuan material saja, mulai desainer gambar sampai pada pelaksanaan dan kurikulum belajar mengajar adalah wewenang Pemerintah Pijay.

Tidak ada satupun bangunannya, baik gedung kampus, perpustakaan atau gedung pertemuan yang bentuknya menyerupai Kuil, Candi, atau apa saja yang menyerupai tempat ibadat agama Budha, semua kita yang desainnya.

“Untuk itu, coba Kita renungkan sejenak, kalau bantuan yang berbentuk fisik dan material, saya rasa tidak ada salahnya bila kita terima. Asalkan dalam program kurikulum tentu wewenang Pemerintah Aceh. MPU, MPD,DSI dan para Dewan Perwakilan Rakyat, baik itu DPRK atau DPRA tentu berhak dan berkewajiban dalam mengawasi aktivitas kampus tersebut. Jika Ada kegiatan yang mencurigakan, terutama tentang pedangkalan akidah, tentu saja intansi dan Dinas terkait, tdak akn berpangku tangan.” lanjutnya

Fakhruz atas nama Pijay mengatakan jika kampus ini memiliki misi pengdangkalan akidah, maka ia sendiri yang akan turun ke lapangan untuk membongkar bangunan tersebut, karena sudah dari nenek moyang sangat fanatik terhadap nilai-nilai agama.

“Sekali lagi saya katakan kepada ummat Islam dan masyarakat Pidie Jaya, jangan terkecoh dengan isu yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya

Katanya, di Aceh, banyak bangunan yang dananya berasal dari non Muslim. Pasca Tsunami di Aceh, ribuan rumah bantuan yang dananya dari Cina, Amerika, dan lain sebagainya yang kini ditempati sampai oleh orang Islam, tapi kok mereka tidak keluar dari Islam. Karena para donatur hanya membantu material fisik bangunannya saja. Begitu juga dengan Akademi Komunitas Negeri Pidie Jaya.

“Tapi, jika masyarakat Pidie Jaya, masih terkecoh juga, maka kami dari pemkab Pidie Jaya akan menunda dulu pelaksanaan pembangunan gedung tersebut. Kami akan musyawarah dengan MPU, MPD,DSI dan DPRA untuk mencari solusi, apakah bangunan gedung kampus bantuan non Muslim bisa didirikan di Aceh? Maka saya mohon kepada seluruh lapisan masyarakat, jangan terlalu cepat termakan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Terutama masyarakat Pidie Jaya.” Pungkas Fakhruz. (LintasNasional/Ismail MA)

Baca juga: Bupati Wajibkan Pramugari Rute Aceh Berjilbab, Pramugari Nonmuslim Begini Solusinya

—-

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!