“Modus operasinya, tersangka mengaku Polisi yang ditugaskan untuk melihat perkembangan pembangunan desa dan menakut-nakuti Keuchik akan memeriksa anggaran dana desa lalu meminta sejumlah uang.” Kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ir. Untung Sangaji melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah. Kamis (8/2/2018).

Rezki menuturkan, aksi tipu-tipu tersangka baru terungkap, Minggu (4/2/2018) saat keuchik Gampong Alue Kiran Kecamatan Seunuddon melapor ke Mapolsek setempat saat tersangka meminta uang padanya lagi.

Baca : Dua Pemuda Diringkus Gara-Gara Peras Kepala Desa Pakai Modus Ngaku Sebagai Polisi

“Nominal uang yang terima tersangka HS dari 12 keuchik dari Kecamatan, Baktiya, Tanah Jambo Aye dan Seunuddon jumlahnya bervariasi dari Rp.100 ribu hingga Rp.450 ribu, .” ujar Rezki.

Kasus tersebut saat ini telah ditangani Sat Reskrim Polres Aceh Utara, Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 378 Jo pasal 65 KUHP.

“Penyidik juga menetapkan dua DPO yang sebelumnya ikut bersama-sama denga HS melakukan penipuan, sementara satu orang lainnya MI, 21 tahun yang awalnya ikut diamankan telah dipulangkan karena tidak terlibat.” pungkasnya.