Kesehatan

Menteri Agama Disengat Ikan Pari, Berbahayakah Racunnya? Begini Cara Mengatasinya

Menteri Agama Diserang Ikan Pari

SELIDIKI.COM – Kabar mengejutkan datang dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ia mendadak dilarikan ke rumah sakit usai terkena sengatan racun ikan pari.

Kejadian tersebut dia alami saat berlibur bersama keluarga di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Menurut Bupati Berau, Muharram, Menteri Agama Lukman Hakim disengat pari berukuran kecil di bagian kaki saat baru saja mendarat di Pulau Sangalaki, bagian dari Kepulauan Derawan.

“Beliau sekarang kondisinya sudah stabil, tadi sempat ngobrol dan tampak baik-baik saja,” ujar Muharram sesaat setelah keluar dari ruang IGD RSUD Abdul Rivai, Berau.

Muharram mengatakan, Pemkab Berau sebelumnya tidak mengatahui ada kunjungan Menteri Agama.

“Beliau datang bersama keluarganya, tidak ada informasi ke kami, karena ini acara keluarga saja,” ungkapnya.

Baca juga: 4 Manfaat Kesehatan Sarapan dengan Makan Telur

Bahaya Racun Pari

Sengatan ikan pari tidak bisa dipandang sebelah mata. Sudah banyak kasus yang berujung pada kematian.

Pada 2016 lalu, seorang penyelam bernama Philip Chan mendapat serangan ekor ikan pari pada bagian dadanya hingga tewas di taman rekreasi Underwater World Singapore.

Kemudian 10 tahun lalu, aktivis konservasi dan selebritas televisi, Steve Irwin, meninggal dunia karena diserang oleh seekor ikan pari di Great Barrier Reef.

Sebenarnya seberapa mematikan racun dari ikan pari tersebut?

Ketika ikan pari menyerang, ia tidak harus berhadapan dengan korban karena yang dilakukan hanya mengayunkan ekornya yang panjang ke atas melewati tubuhnya dan mengenai apapun yang ada di hadapannya.

Ikan pari tidak memiliki kontrol terhadap serangannya.

Pada sebagian besar kasus ketika sengat masuk kedalah tubuh seseorang, tekanan dapat menyebabkan robeknya membran racun yang membungkusnya. Ketika pelindung ini robek racun akan mengalir ke dalam luka.

Dikutip dari animals howstuffworks, racun ikan ikan pari tidak berakibat fatal namun sangat menyakitkan.

Racun ini tersusun dari enzim 5-nucleotidase phosphodiesterase dan serotonin.

Serotonin menyebabkan luka parah pada otot polos, komponen inilah yang mengakibatkan racun ikan pari sangat menyakitkan.

Enzimnya mengakibatkan kematian pada sel dan jaringan.

Jika racun masuk ke daerah pergelangan kaki, akan dapat diatasi.

Pemberian panas akan merusak racun ini dan membatasi jumlah kerusakan yang disebabkan oleh racun.

Jika tidak tertangani dengan segera dan benar memungkinkan dilakukannya amputasi, namun jika racun masuk pada rongga dada atau perut, mengakibatkan kematian jaringan dan akan berakibat fatal karena organ utama terletak pada daerah ini.

Jika duri masuk ke dalam jantung seperti yang dilaporkan dalam kecelakaan Steve Irwin, akibatnya akan sangat fatal.

Walaupun racun ikan pari dapat mengakibatkan bahaya yang serius, bagian yang paling merusak dari mekanisme serangan ikan pari terletak pada tikaman durinya.

Bagian ujung duri yang tajam akan masuk dengan mudah dalam jaringan namun saat duri dikeluarkan bagian bergerigi dari sengat ini akan melukai dan merusak jaringan lebih besar.

Bahkan walaupun sengat ini tidak beracun, mencabut sengat dari dada atau pereut seseorang dapat merobek jaringan cukup besar.

Baca juga: Kenakan Hijab, Cinta Penelope: Mungkin aku akan Diuji Secara Materi

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Berikut tips mengatasi tersengat taji ikan pari dalam kondisi darurat, yang kami rangkum dari fishyforum.com:

1. Jika ada air panas bisa dikompres pakai air hangat (agak panas lebih baik), plus minum obat pereda rasa sakit (jika ada) untuk mengurangi rasa sakit. Kompres bisa dilakukan berulang-ulang.

2. Jika ada pohon bidara ambil getahnya teteskan pada luka, dan jangan dibasuh pakai air tawar.

3. Sebagai patokan umum, sebagian besar ‘bisa/racun binatang’ itu bahan dasarnya adalah protein, sedangkan protein akan terurai oleh suhu panas yang ekstrim. Karena itu, kompres dengan suhu sepanas mungkin akan membantu meredakan rasa sakitnya. Dalam kondisi darurat, bila tak ada air panas – coba saja (maaf) guyur air seni. Efek negatif ‘bisa’ akan menurun kalo kena amoniak dan air seni itu mengandung amoniak yang cukup tinggi. Efek negatifnya bau pesing.

4. Jika tips di atas sudah dilakukan, bawa segera korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.

5. Biasakan pergi mancing menggunakan pakaian yang safety (lengan panjang/jaket, celana panjang, sepatu mancing, topi, sarung tangan, kacamata dan penutup muka).

Kemudian jangan lupa membawa tas P3K dengan isi secukupnya (obat penghilang rasa sakit, balsem, obat luka, perban, gunting, korek api), serta bekal makanan dan minuman. (Tribun Kaltim)

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!