Aceh

Ikuti Aksi Anti LGBT, Irwandi: Untung itu Saya yang Bawa Ke Aceh

Irwandi Yusuf dan Muharuddin ikut berorasi anti LGBT di Mesjid Baiturrahman

SELIDIKI.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf turut ikut serta berorasi bersama ratusan ormas Islam dalam aksi dukung Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji yang sudah ‘membina’ 12 waria di Kabupaten Aceh Utara.

Irwandi tiba di lokasi depan Mesjid Baiturrahman, Banda Aceh, sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (2/2). Irwandi lantas disambut massa untuk naik ke atas mobil untuk berorasi.

“Kita tak bisa menyalahkan Kapolres Aceh Utara, sebab Untung (AKBP Untung Sangaji) itu saya yang bawa ke Aceh,” teriaknya disambut takbir massa.

Irwandi juga ikut menanggapi permasalahan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Aceh.

Menurutnya mereka tidak pernah membenci orangnya, tetapi tindakan mereka saja yang mungkin tidak disukai di sebagian tempat tertentu.

“Kita tak peduli siapa orangnya, tapi yang kita tidak suka ialah perbuatannya, dan jika seandainya orang ini kita temukan, maka akan kita kenakan hukum sesuai undang-undang,” kata Irwandi.

Baca juga: Selidiki Sosok Untung Sangaji yang Pernah Lumpuhkan Pelaku Teror di Sarinah dan Berani Macho-kan Waria Di Aceh

Ketua DPRA, Muharuddin, juga ikut serta dalam aksi ini. Ia menyuarakan pemerintah Aceh mengecam keras perilaku menyimpang yang dianggap membuat resah masyarakat.

“Pada lazimnya LGBT ini memunculkan hal bersifat negatif,” katanya.

Muharuddin juga ikut memberi dukungannya pada AKBP Untung yang dianggapnya telah menjalankan langkah tepat memberantas kaum LGBT di Kabupaten Aceh Utara.

Baca juga: Bupati Wajibkan Pramugari Rute Aceh Berjilbab, Pramugari Nonmuslim Begini Solusinya

“Keberanian ini mestinya kita berikan apresiasi, dan Pak Untung tak salah. Jika ada protes dari pihak luar mereka tak tahu Aceh ini seperti apa,” tegasnya.

Kedua belas waria yang dibina itu adalah hasil operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dipimpin Kapolres Aceh Utara pada 27 Januari lalu.

Mereka kemudian ‘dibina’ dengan sistem dipangkas rambut, di push up, meneriakkan Pancasila dengan lantang, dan disuruh kenakan baju layaknya pria.

“Mereka telah betul-betul kembali seperti semula lagi. Jadi cowok macho gagah perkasa,” kata AKBP Untung pada Rabu (31/1).

Baca juga: Para Waria Salon di Mapolres Aceh Utara Kini Sudah Macho-Macho

Sharing is caring!
  • 12
    Shares
  • 12
    Shares
To Top
error: Content is protected !!