Aceh

Bupati Wajibkan Pramugari Rute Aceh Berjilbab, Pramugari Nonmuslim Begini Solusinya

Pramugari tercantik dari maskapai syariah

SELIIDIKI.COM, BANDA ACEH – Pramugari yang melayani rute Aceh baru-baru ini diwajibkan untuk berjilbab. Bupati Aceh Besar Mawardi Ali telah mengirim surat terhadap seluruh General Manajer Maskapai yang berada di Aceh. Lalu, bagaimana untuk pramugari nonmuslim?

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, menyebutkan, berdasarkan qanun syariat Islam tiap-tiap umat muslim dan muslimah yang berada di Aceh harus menutup auratnya.

Kebijakan yang dikeluarkan bupati Aceh Besar sebab Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda berada di kabupaten yang ia pimpin saat ini.

“Kebijakan Pemkab Aceh Besar ini dikarenakan bandar udara SIM berada di wilayah Aceh Besar. Tinggal dikomunikasikan dengan maskapai bagaimana implementasinya,” kata Mulyadi kepada awak media, Selasa (30/1/2018).

Baca juga: Polisi Sikat Kaum Para Banci di Salon-Salon Aceh Utara

Aturan berjilbab yang dikeluarkan bupati Mawardi, kata Mulyadi, cuman berlaku untuk pramugari muslim. Sementara nonmuslim tak diwajibkan sama sekali.

“Khusus bagi pramugari yang muslimah, sedangkan bagi nonmuslim maka tak ada paksaan,” jelasnya.

Untuk implementasi kebijakan ini, Mulyadi menyarankan supaya dilakukan komunikasi dengan pihak maskapai. Menurutnya aturan penerbangan tidak mengatur masalah berpakaian bagi pramugari.

“Tinggal dikomunikasikan saja dengan maskapai bagaimana yang terbaik, sebab aturan penerbangan nasional tidak mengatur hingga tatacara berpakaian pramugari,” ungkap Mulyadi.

Dalam SK Bupati bernomor 451/65/ /2018 itu, pramugari juga diwajibkan untuk berbusana muslimah yang pantas dengan aturan dalam Syariat Islam.

“Maskapai pasti bisa menyesuaikan dengan sosial budaya masyarakat setempat” kata Mulyadi.

Baca juga: Para Waria Salon di Mapolres Aceh Utara Kini Sudah Macho-Macho

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!