Internasional

Selidiki Apa Itu Jam Kiamat dan Makna Dua Setengah Menit Menuju Kehancuran Bumi?

Selidiki Apa Itu Jam Kiamat

SELIDIKI.COM – Baru-baru santer terdengar kabar tentang jam kiamat dan bergesernya dua setengah menit menuju tengah malam. Tahukah kamu apa itu jam kiamat dan segala istilah ilmiahnya itu. Simak ulasan selidiki.com berikut ini.

Jam Kiamat adalah jam simbolis yang mewakili hitung mundur berosilasi. Jam ini dikelola sejak tahun 1947 oleh Science and Security Board (Dewan Ilmu Pengetahuan dan Keamanan) pada Bulletin of the Atomic Scientists di University of Chicago, Amerika Serikat.

Semakin dekat mereka mengatur jam hingga tengah malam, semakin dekat pula Science and Security Board percaya dunia ini akan mengalami bencana global.

Pada awalnya, Jam Kiamat, yang menggantung pada dinding kantor Bulletin di University of Chicago menggambarkan ancaman perang nuklir global.

Sejak tahun 2007 jam tersebut juga mencerminkan perubahan iklim dan perkembangan baru dalam ilmu pengetahuan yang dapat menimbulkan bahaya yang tidak dapat diatasi.

Pengaturan terbaru yang resmi diumumkan—lima menit sebelum tengah malam (23:55)—dibuat pada tanggal 14 Januari 2014.

Baca juga: Aneh, Salju Turun di Sahara Salah Satu Tempat Terpanas di Dunia, Pertanda?

Mencerminkan peristiwa internasional yang berbahaya bagi manusia

Jarum jam ini telah disesuaikan dua puluh kali sejak diluncurkan pada tahun 1947, ketika jam pertama kali ditetapkan pada tujuh menit menuju tengah malam (23:53).

Sekarang jam kiamat ditetapkan 2 setengah menit menuju tengah malam.

Sejarah Pembuatan Jam Kiamat

Asal usul Jam Kiamat dapat ditelusuri dari kelompok peneliti internasional yang disebut Chicago Atomic Scientists yang telah berpartisipasi dalam Proyek Manhattan.

Setelah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, mereka mulai menerbitkan nawala (newsletter) stensilan, dan kemudian buletin.

Sejak awal, jam tersebut telah digambarkan pada setiap sampul majalah Bulletin of the Atomic Scientists.

Penggambaran pertama adalah pada tahun 1947, ketika pendiri majalah Hyman Goldsmith meminta seniman Martyl Langsdorf (istri pembantu penelitian Proyek Manhattan dan penandatangan petisi Szilárd Alexander Langsdorf, Jr.) untuk mendesain sampul untuk edisi Juni 1947 di majalah tersebut.

Pada Januari 2007, desainer Michael Bierut, yang menjadi dewan pengurus Bulletin, mendesain ulang jam untuk memberikan nuansa lebih modern.

Pada tahun 2009, majalah ini berhenti menerbitkan edisi cetak dan merupakan publikasi pertama di Amerika Serikat yang berpindah media menjadi digital; jam tersebut kini dapat dijumpai sebagai bagian dari logo pada situs webnya.

Informasi tentang simposium tahunan Jam Kiamat, pengaturan jam dari masa ke masa, juga pertunjukan multimedia tentang sejarah dan budaya jam dapat ditemukan di situs web Bulletin.

Baca juga: Inilah 7 Kota Paling High-Tech di Dunia Tahun Ini

Perubahan waktu

Pada tahun 1947, selama Perang Dingin, jam tersebut dimulai tujuh menit sampai tengah malam, dan kemudian maju atau mundur sesuai keadaan dunia dan prospek perang nuklir.

Pengaturan Jam yang ditentukan oleh Science and Security Board di Bulletin of the Atomic Scientists dan merupakan tambahan untuk esai dalam Bulletin pada urusan global.

Jam tersebut tidak diatur tepat saat peristiwa terjadi; alih-alih menanggapi setiap krisis seperti yang terjadi, Science and Security Board bertemu dua kali setiap tahun untuk membahas peristiwa-peristiwa global dengan cara musyawarah.

Ancaman perang nuklir terbesar, Krisis Misil Kuba tahun 1962, mencapai krisis, klimaks, dan resolusi sebelum jam dapat diatur untuk mencerminkan bahwa ‘kiamat’ mungkin akan terjadi.

Baca juga: Semakin Memanas, Jet Tempur Amerika Sudah Tiba di Korsel

Jarum ‘Jam Kiamat’ Bergerak 2 Menit Menuju Malam Akhir Zaman Tahun 2018 ini

Naiknya perhatian terhadap kemungkinan perang nuklir telah membuat jarum di ‘Jam Kiamat’ bergerak dua menit menuju tengah malam.

Isu potensi perang nuklir ini diperbincangkan seiring sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tak bisa diprediksi.

Dilansir AFP, Jumat (26/1/2018), peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/1) waktu setempat.

Jam itu adalah sebuah metafora yang menggambarkan jarak antara umat manusia dengan kehancuran bumi. Jaraknya kini telah maju 30 detik dari sebelumnya, artinya lebih dekat ke kiamat.

“Pada 2017, para pemimpin dunia gagal merespons secara efektif kemunculan ancaman nuklir dan perubahan iklim, membuat situasi keamanan dunia menjadi lebih berbahaya dibanding setahun lalu, dan sama bahayanya seperti Perang Dunia II,” demikian pernyataan kelompok cendekiawan internasional lintas disiplin, terdiri dari ilmuwan hubungan internasional, sains, lingkungan, dan keamanan.

Baca juga: Korea Utara Peringatkan Donald Trump Terhadap Ucapan Sembrononya

Sharing is caring!
  • 14
    Shares
  • 14
    Shares
To Top
error: Content is protected !!