Bisnis

Ini Kata MUI Terkait Hukum Halal atau Haramnya Penggunaan Bitcoin

Hukum Penggunaan Mata Uang Virtual Bitcoin

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Ketua Komisi Ikatan Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis secara pribadi menanggapi masalah halal dan haram Bitcoin yang menjadi alat pertukaran online dan sebagai sarana investasi oleh masyarakat.

“Jika itu sebagai alat tukar hanya untuk menerimanya, tidak apa-apa. Tapi kalau menjadi mata uang, kita mengikuti standar pemerintahan, Indonesia tidak mengizinkan pertukaran uang selain menggunakan rupiah,” kata Cholil saat ditemui seusai menghadiri syukuran HUT ke-5 Indonesia Halal Watch, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Dia menyamakan Bitcoin sebagai alat tukar, itu seperti hadiah kupon atau point. Ketika seseorang mendapatkan poin reward maka dia bisa menukarnya dengan sesuatu. Ini juga berlaku untuk Bitcoin namun berbeda jika dibuat sebagai pengganti mata uang.

Sementara itu, dia mengatakan bahwa jika Bitcoin menjadi alat investasi maka itu haram karena mengandung unsur perjudian yang bisa merugikan orang lain.

Menurutnya, Bitcoin sebagai investasi menjadikannya unsur spekulasi yang merugikan orang lain.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun Tajam, Mengapa?

Dosen pascasarjana Universitas Indonesia mengatakan Bitcoin saat ini sebagai investasi tidak memiliki jaminan bisa ditukar kapan saja. Lalu, jika ada masalah dengan menggunakan Bitcoin maka pengguna tidak bisa mengeluh sehingga pengguna berpotensi dirugikan.

Apalagi, kata dia, Bitcoin tidak memiliki instrumen lindung nilai. Hedging adalah strategi trading mata uang untuk ‘membatasi’ atau ‘melindungi’ dana trader dari pasang surut nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan.

Dia mencontohkan, setelah mendapat peringatan dari Bank Indonesia tentang Bitcoin sebenarnya nilainya bisa turun hingga 40 persen.

“Kondisi tidak terkontrol ini saya secara pribadi mengklasifikasikannya sebagai haram sebagai investasi. MUI secara kolektif membahas Bitcoin dan dalam waktu dekat akan mengeluarkan fatwa [pernyataan resmi],” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: 2018, Perusahaan Jepang ini Membayar Gaji Karyawan dengan Bitcoin

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!