Hukum

Selidiki Sosok Tante Imel dan Tante Intan Pemeran Video Bocah SD Bandung yang Berhasil Ditangkap

Fakta Wanita di Video Mesum Tante dan Bocah SD

SELIDIKI.COM, BANDUNG – Polisi berhasil menangkap otak dan pelaku video berkonten pornografi yang viral beberapa hari terakhir.

Video tersebut melibatkan dua anak di bawah umur dengan perempuan dewasa dan kejadiannya disebut-sebut terjadi di Bandung, Jawa Barat..

Tim gabungan Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung meringkus sutradara film bernama Muhammad Faisal Akbar Minggu (7/1/2018) kemarin.

Selain Faisal, polisi pun ikut menangkap pemeran wanita dalam dua video tersebut.

Kedua perempuan berinisial A alias Intan dan IO alias Imel.

Siapa mereka? Berikut fakta-faktanya

1. Pemandu karaoke

Polisi menyatakan dua perempuan dewasa itu merupakan pemandu lagu di tempat karaoke di Bandung, Jawa Barat.

2. Menggunakan nama samaran

Kedua perempuan yang menjadi pemain di video porno bernisial A dan IO tapi dalam video disebut Tan dan Sis.

3. Bukan profesional

Kedua wanita ini ditangkap di suatu kawasan di Bandung.

Agung menegaskan kedua perempuan tersebut bukanlah dari kalangan profesional dalam urusan film porno.

Namun demikian, Intan dan Imel selain sebagai pemeran perempuan juga punya andil merekrut korban anak kecil.

Baca juga: Ternyata Video Mesum Bocah SD Sudah Dibeli Orang Rusia, Interpol Tengah Memburu

4. Difasilitasi mucikari

A dan IO tidak langsung mendapat tawaran dari sang sutradara Faisal Akbar.

Mereka direkrut oleh seorang wanita berinisial SM yang bertindak layaknya mucikari.

“SM biasa disebut teteh,” tuturnya.

5. Bayaran

Faisal diketahui membuat video tersebut untuk dijual.

Dalam pembuatan video itu, Intan dibayar Rp 1 juta dan Imel dibayar Rp Rp 1,5 juta. Faisal juga memberi uang kepada bocah sebagai bayaran. Bocah DN (9) mendapat bayaran Rp 300 ribu, SP mendapat upah Rp 100 ribu.

Sedangkan pemeran bocah dalam video lainnya berinisial RD mendapat bayaran Rp 500 ribu.

Selain pemeran yang ada dalam video, Faisal juga turut memberikan uang kepada ibu kandung korban. Masing-masing mendapat bayaran Rp 500 ribu. (*)

Baca juga:

*Sumber: TribunTimor*

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!