Hukum

Selidiki Serangan Fredrich Yunadi untuk KPK

Fredrich Yunadi Tersangka Merintangi Kasus E-KTP Setya Novanto

SELIDIKI.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Dia ditetapkan tersangka bersama dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo (BST) karena diduga menghalang-halangi penyidikan KPK dalam kasus megakorupsi e-KTP.

KPK menduga, data medis terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto, dimanipulasi. Ini yang menjadi dasar bagi KPK menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka.

Selain itu, KPK memastikan bahwa mantan Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi memesan satu lantai di RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan. KPK mengaku memiliki bukti terkait pemesanan tersebut.

KPK pun menjemput paksa Fredrich setelah mangkir pemeriksaan. Lembaga antirasuah itu kemudian memeriksa Fredrich selama 11 jam.

Setelah menjalani pemeriksaan sejak dinihari, Fredrich tampak mengenakan pakaian khas tahanan KPK yang berwarna oranye.

Tak terima dengan penetapan tersangkanya, Fredrich pun berkoar-koar di media bahwa dia telah dibumihanguskan oleh KPK.

“Sekarang saya dibumihanguskan. Ini suatu pekerjaan yang diperkirakan ingin menghabisi profesi advokat,” kata Fredrich sebelum masuk mobil tahanan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Dia menerangkan, dirinya tidak bisa dituntut secara pidana ataupun perdata. Sebab, apa yang dilakukannya adalah semata-mata untuk membela kliennya, dalam hal ini Setya Novanto. Fredrich menilai tuduhan KPK terhadap dirinya hanya fitnah belaka.

“Kok, saya difitnah, katanya melakukan pelanggaran, sedangkan Pasal 16 UU 18 Tahun 2003 tentang Advokat itu sangat jelas mengatakan, advokat tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana,” terang Fredrich.

Baca juga: Diduga Merintangi Penyidikan Kasus Korupsi e-KTP SetNov, Fredrich Yunadi Jadi Tersangka

Kewajiban Bela Setya Novanto

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi

Fredrich Yunadi menegaskan, sebagai pengacara, semua cara akan dilakukan untuk membela kliennya. Begitu juga saat dirinya membela tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto. Semua langkah yang diambil, kata Fredrich, dalam rangka membela Setya Novanto.

Fredrich mengaku heran dengan KPK yang justru menjadikannya tersangka. Padahal, dalam undang-undang telah diatur bahwa profesi advokat tidak bisa dituntut secara pidana atau perdata.

“Saya sebagai seorang advokat, saya melakukan tugas dan kewajiban saya membela Pak Setya Novanto. Sesuai putusan MK tahun 2013 ditegaskan lagi advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana,” kata Fredrich sebelum masuk mobil tahanan di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Fredrich menuturkan, bukan tidak mungkin langkah KPK akan diikuti oleh lembaga penegak hukum lainnya, yaitu memperkarakan advokat yang tengah membela kliennya.

Menurut dia, dengan dijebloskannya dirinya ke tahanan, maka bisa menjadi awal kehancuran bagi profesi advokat.

“Hari ini saya diperlakukan begini oleh KPK, berarti semua advokat diperlakukan hal yang sama. Dan ini akan diikuti jejak oleh kepolisian maupun jaksa. Jadi nanti advokat dikit-dikit disebut menghalangi,” ujar Fredrich.

Kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa mengatakan, setelah diperiksa, kliennya ditahan di rutan KPK.

“Iya ditahan di belakang, di rutan belakang ini, KPK,” kata kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa di depan Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Kata KPK

Juru Bicara KPK

Fredrich Yunadi menegaskan, sebagai pengacara, semua cara akan dilakukan untuk membela kliennya. Begitu juga saat dirinya membela tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto. Semua langkah yang diambil, kata Fredrich, dalam rangka membela Setya Novanto.

Fredrich mengaku heran dengan KPK yang justru menjadikannya tersangka. Padahal, dalam undang-undang telah diatur bahwa profesi advokat tidak bisa dituntut secara pidana atau perdata.

“Saya sebagai seorang advokat, saya melakukan tugas dan kewajiban saya membela Pak Setya Novanto. Sesuai putusan MK tahun 2013 ditegaskan lagi advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana,” kata Fredrich sebelum masuk mobil tahanan di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Fredrich menuturkan, bukan tidak mungkin langkah KPK akan diikuti oleh lembaga penegak hukum lainnya, yaitu memperkarakan advokat yang tengah membela kliennya.

Menurut dia, dengan dijebloskannya dirinya ke tahanan, maka bisa menjadi awal kehancuran bagi profesi advokat.

“Hari ini saya diperlakukan begini oleh KPK, berarti semua advokat diperlakukan hal yang sama. Dan ini akan diikuti jejak oleh kepolisian maupun jaksa. Jadi nanti advokat dikit-dikit disebut menghalangi,” ujar Fredrich.

Kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa mengatakan, setelah diperiksa, kliennya ditahan di rutan KPK.

“Iya ditahan di belakang, di rutan belakang ini, KPK,” kata kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa di depan Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Baca juga: Fredrich Yunadi Ditangkap karena Lakukan Kejahatan, Begini Kronologisnya

Sharing is caring!
To Top
error: Content is protected !!